Minggu , 28 November 2021
Home / Sumenep / Waduh… Penyimpangan Menanti Di Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep

Waduh… Penyimpangan Menanti Di Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep

focusmadura-com

Lelang Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep, Disinyalir Ada Permainan Antara Kontraktor dengan Pejabat Daerah

Sumenep- Beberapa waktu yang lalu sejumlah aktifis anti korupsi di Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa terkait program pemerintah, berupa pengadaan Mebeller di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,  karena pada program tersebut beberapa aktifis anti korupsi, mensinyalir adanya dugaan penyimpangan, baik dari proses tender, pemenang tender yang teah di tentukan, hingga barang mebeller yang kualitasnya diragukan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Anis Makki, aktifis anti korupsi ini menjelaskan bahwa dalam program ini dirinya mensinyalir adanya beberapa penyimpangan, seperti pada proses tender/lelang, dimana kontraktor pemenangnya sudah ditentukan, sehingga proses lelang hanya formalitas saja. Tidak hanya itu, para kontraktor pemenang itu memang sengaja dimenangkan oleh oknum pejabat daerah Sumenep, karena para kontraktor tersebut telah menyiapkan pengadaan barang sejak lama, “ nanti kita lihat saja kualitas barang nya secara keseluruhan “, ungkap Anis.

BACA : http://focusmadura.com/2016/09/20/disinyalir-fiktif-disdik-sumenep-dituding-selewengkan-program-pengadaan-mebeller-18-m/

Dalam persoalan ini, Anis Makki berpendapat bahwa seluruh mekanisme pada program mebeller dengan nilai 18 M tersebut, tidak luput dari sepengetahuan pemangku jabatan di Kabupaten Sumenep, “ terkesan dibiarkan, berarti ada yang tidak beres dalam program yang bersumber dari uang negara tersebut, yang jelas ada gerak-gerik yang mengarah ke tindak pidana  Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN)  “, tegas Anis.

Anis Makki menambahkan, bahwa dalam program tersebut sudah banyak indikasi penyimpangan, maka dari itu merupakan suatu kewajiban para pihak yang terkait untuk ikut mengawal program tersebut, agar tepat sasaran, tidak bermasalah dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. “ ini merupakan kewajiban semua kalangan dan beberapa pihak terkait, seperti Kejaksaan, POLRI, BPK, dan KPK, untuk mengawal dan memastikan program mega proyek pemerintah ini tidak bermasalah “, harapnya.

“  ibarat penyakit, maka lebih baik mewaspadai dari pada mengobati “, singgungnya.

Terkait persoalan ini, Ach Sadik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, tidak dapat dihubungi, baik hendak ditemui hingga melalui telephone seluler.(arif/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Warga Sapeken Keluhkan Pelayanan Bank BRI Unit Arjasa

Arjasa-, Warga pulau Sapeken Keluhkan program pemerintah BPUM UMKM, lantaran jadwal penerimaan dari BANK BRI …

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *