Rabu , 1 Desember 2021
Home / Sumenep / Honorer K2 Labrak Bupati Sumenep

Honorer K2 Labrak Bupati Sumenep

focusmadura.com-Abd. Rahman. koordinator honorer K2

Guru Honorer K2 Minta SK Pengangkatan Bupati Sumenep

Sumenep– Sebanyak 10 orang tenaga guru honorer tergabung kedalam Forum Honorer K2 (FHK-2) Kabupaten Sumenep, lurug  kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, kedatangan kekantor Pemkab untuk memperjuangkan nasibnya yang tak kunjung layak sebagai seorang guru. Selasa (12/04/2016)

Sebanyak 10 orang tenaga guru honorer ini langsung masuk menuju ruang rapat, untuk  dikantor Pemkab Sumenep, dan ditemui Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Wakil Bupati Achmad Fauzi, Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Soetarto, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) TitikSuryati, Kepala Inspektorat R. Idris, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) A. Sadik, dan pejabat penting lainnya.

Abd. Rahman, selaku koordinator honorer berharap diterbitkan Surat Keputusan (SK) bupati tentang pengangkatan honorer K2. Selama ini, kata Rahman, SK yang dipegang diterbitkan oleh pimpinan instansi terkait. Misalnya K2 itu fokus sebagai pendidik, SK-nya dikeluarkan oleh kepala sekolah tempat ia mengajar.

Selain itu ia berharap insentif tenaga guru honorer K2 dinaikkan menjadi Rp 500 ribu, sebab insentif sebesar Rp 250 ribu tiap bulan ini, seperti tidak manusiawi, karena tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan berharap Pemkab Sumenep mengusulkan kembali ke Pemerintah Pusat agar honorer K2 diangkat menjadi PNS.

Sementara itu, Kepala BKPP Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, mengatakan bupati tidak dapat menerbitkan SK yang diharapkan oleh tenaga guru honorer K2, karena Jika dipaksakan, akan terbentur regulasi, dalam PP Nomor 48 Tahun 2005 juncto PP 56 2012 sudah diamanahkan bahwa bupati dilarang mengangkat honorer. “Itu artinya bahwa saat ini bupati tidak boleh mengangkat tenaga honorer baru,” jelasnya.

Sementara terkait kenaikan insentif, Pemkab akan mempertimbangkan hal itu, sebab jumlah honorer K2 sangat banyak, sekitar 1.766 orang, jika kemudian insentif itu dinaikkan, maka belanja pegawai akan membengkak, apalagi belanja pegawai sudah menyedot anggaran 62 persen dari total anggaran yang ada.

“Pemkab akan tetap berusaha honorer K2 diangkat menjadi PNS, bupati sudah mengirimkan permohonan ke Pemerintah Pusar agar honorer K2 diprioritas diangkat PNS saat dilakukan pengangkatan,”tegasnya

Tidak hanya itu, Abd. Rahman menambahkan, para Honorer Kategori 2 ini, menyampaikan kekhawatiran nya pada Dinas Pendidikan Sumenep, jika insentif yang diajukan nya itu dikabulkan, agar pembayaran honor nya tidak disunat, terlebih nanti ada pungutan liar pada masa pencairan insentif nantinya.(sym/ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Warga Sapeken Keluhkan Pelayanan Bank BRI Unit Arjasa

Arjasa-, Warga pulau Sapeken Keluhkan program pemerintah BPUM UMKM, lantaran jadwal penerimaan dari BANK BRI …

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *