Rabu , 26 Januari 2022
Home / Kepulauan / Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

INT-kapal DBS II Mangkrak selama bertahun-tahun

Warga Kepulauan Berharap Ada Kapal Baru Yang Layak

PT Sumekar Line Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, tetap nekat akan memperbaiki KM Dharma Bahari Sumekar (DBS), setelah mangkrak selama bertahun-tahun, dengan  alasan DBS II sebagai aset daerah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Sumekar Line Rasul Junaidi, mengatakan merasa penting untuk melakukan perbaikan KM Dharma Bahari Sumekar DBS II, dengan alasan sebagai aset pemerintah kabupaten Sumenep, ia memastikan tahun ini perbaikan KM DBS II segera selesai perbaikan kapal tersebut, dengan cara melakukan doking dan mengganti peralatan yang sudah rusak.

“kalau nanti biaya operasionalnya tidak cocok dengan, kami tentunya punya cara lain dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain,”terangnya Senin (11/04/2016)

Alasanya KM DBS II tidak segera dijual, bukan disebabkan akan mengalami kerugian akan tetapi PT Sumekar Line hanya akan memiliki 1 transportasi laut yaitu DBS I, selain itu juga berkenaan dengan, Surat ijin usaha perdagangan (SIUP), dimana dalam pelayaran diharuskan mempunyai 2 kapal untuk mendapatkan SIUP tersebut.

Ia menambahkan nantinya apabila kapal DBS II sudah dilakukan perbaikan, akan mengakut roda 4, meskipun demikian pihaknya masih akan tetap melakukan kajian mendalam, besar biaya perbaikan dengan pendapatannya,”yang jelas biaya perbaikan DBS II tidak akan menggunakan APBD,”teranganya,

Pihaknya akan mempihak ketigakan perbaikan DBS II, atau melakukan kerja sama dengan pihak perbankan, atau pelayaran lain, karena menurutnya jika menggunakan APBD mempunyai beban psikologi dan tanggung jawab, untuk itu ia menganggarkan perbaikan KM DBS II berkisar kurang lebih Rp 2 Milyar.

Sementara itu, menurut Abd. Rahman, warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, bahwa jika pemerintah daerah Sumenep, tetap mempertahankan rencana tersebut, maka kembali lagi, warga Kepulauan di jadikan sebagai ” Anak Tiri “. Karena selain minimnya ketersediaan infrastruktur yang ada di wilayah kepulauan, transportasi antar pulau di Kabupaten Sumenep menjadi sangat penting bagi warga kepulauan di Sumenep.

” kami sudah bersabar selama beberapa periode kepemimpinan beberapa kepala daerah, dan yang kami butuhkan hanya kelayakan transportasi laut saja  “, cetus Rahman.

Seperti diketahui kapal DBS II ini telah mangkrak selama beberapa tahun ini, dan selama beroperasi kapal tersebut sering mengalami gangguan, sehingga terakhir kali nya, kapal tersebut mangkrak dan karatan.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

PEMKAB SUMENEP BERPOTENSI PECUNDANGI PTUN?(1)

Sumenep-, Menjelang pelaksanaan PILKADES serentak di Kabupaten Sumenep tahun 2021, segala kesiapan pun telah dipersiapkan, …

MAFIA PUPUK SEMAKIN MERAJALELA, ADA APA DENGAN DISPERTAHORTBUN SUMENEP

Sumenep-, Polemik berkepanjangan tentang pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep semakin memanas, usai mendapat kecaman keras …

DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

Melalui catatan ini, pertama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf. Kedua untuk menjawab rasa penasaran yang …

PROGRAM DANA HIBAH PEMPROV JATIM 2020 DISELEWENGKAN, MASYARAKAT SUMENEP MINTA KPK USUT TUNTAS

Sumenep -, Diduga kuat banyak penyelewengan pada realisasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di …

Ini Waliyullah Leluhur Ulama dan Umara Sumenep

Ket.Foto: Situs Parongpong, di dusun ini terdapat tiga asta waliyullah Sumenep. (Mamira.ID) Nama Parongpong memang …

DENDAM PERSELINGKUHAN, IRT TEGA BUNUH BALITA YATIM

Sumenep-, Warga Sumenep Madura digegerkan dengan hilangnya sosok balita berinisial SNI usia 4 tahun, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.