Minggu , 9 Mei 2021
Home / Sumenep / Reshuffel SKPD Sumenep Disinyalir Berpotensi Jual Beli Jabatan

Reshuffel SKPD Sumenep Disinyalir Berpotensi Jual Beli Jabatan

Kemajuan pembangunan kabupaten Sumenep selama beberapa periode tidak signifikan

Sumenep- Menjelang pergeseran pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menjadi sorotan beberapa kalangan masyarakat, terutama dari sisi kapasitas dan kemampuan para pimpinan SKPD yang dinilai mumpuni dalam bekerja.

Hal tersebut dipaparkan oleh penggiat anti korupsi, Abdurrahman, dimana menurut nya bahwa kemajuan pembangunan segala sisi di Kabupaten Sumenep selama beberapa periode, khususnya satu periode terakhir ini masih jauh dari kalimat ‘ baik ‘, sehingga moment menjelang pergeseran atau umum disebut mutasi jabatan di kalangan SKPD dan jajarannya ini sangat menentukan masa depan Sumenep.

“ kalau mau baik dan maju, cara perekrutan nya harus bersih dari tindakan transaksional, atau transparan saja pada masyarakat pada proses tersebut, agar masyarakat juga mengetahui mana-mana oknum yang pejabat yang benar-benar bisa bekerja dan mana yang tidak bisa bekerja “, ungkap Abdurrahman.

BACA  :http://focusmadura.com/akademisi-akuntabilitas-dan-kredibiilitas-pimpinan-birokrasi-sumenep-dipertanyakan/

Berdasarkan pengamatannya, Abdurrahman mengendus adanya tindakan transaksional jual beli jabatan sejak periode pemerintahan sebelumnya, dimana nilai suatu jabatan SKPD di lingkungan Pemda Sumenep sangat fantastis, sehingga para pejabat kita nantinya tidak fokus dalam bekerja, malah akan sibuk memikirkan bagaimana cara untuk mengembalikan modal dalam membeli jabatan nya , sehingga sangat berdampak pada masa depan Kabupaten Sumenep.

Sementara itu menurut kalangan akademisi, Muhammad Arif, bahwa moment pergeseran jabatan di lingkungan SKPD Sumenep pada tahun 2017 ini, merupaka momentum berbenah diri dan sangat menentukan masa depan Sumenep, karena menurutnya hingga saat ini seluruh aspek pembangunan belum berjalan efektif, terlebih bagi wilayah kepulauan.

“ kemajuan pembangunan Kabupaten Sumenep masih belum signifikan, jadi pilihannya hanya merekrut pejabat yang mumpuni dalam bekerja, atau pejabat yang mumpuni untuk beli jabatan, itu saja “, singgungnya.

Arif menambahkan bahwa kinerja SKPD kabupaten Sumenep masih minim, terlihat dari kualitas infrastruktur, baik di wilayah daratan, terlebih di wilayah kepulauan yang sering dikeluhkan warga kepulauan itu sendiri.  “ roda pemerintahan selama ini berjalan, merupakan cerminan dari kapasitas dan kemampuan dalam bekerja, semoga tidak hanya kepala daerahnya yang semangat, namun jajaran dibawah nya hanya bisa melongo dan menjadi penonton “, harapnya.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *