Kamis , 21 Oktober 2021
Home / Nasional / Petani Garam Pertanyakan Realisasi Dana PMN Rp 300 Milliard Ke PT Garam

Petani Garam Pertanyakan Realisasi Dana PMN Rp 300 Milliard Ke PT Garam

focusmadura.com-petani garam sumenep

Petani Garam Khawatir PMN Tidak Terealisasi Dengan Baik

Sumenep-Hingga saat ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Garam (Persero), meski sudah mendapatkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah pusat sebesar Rp 300 miliard dalam tahun 2016, dan hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91/2015 Tentang Penambahan PMN untuk PT Garam, dan PMN diperuntukkan untuk menyerap garam rakyat, namun hingga menjelang tengah tahun 2016 ini, PT Garam belum melakukan pembelian garam rakyat di wilayah kabupaten Sumenep

Hal tersebut dikemukakan oleh tokoh Pemuda Karang-anyar-Pinggirpas Surawi, yang berdasarkan kajian nya, mengatakan bahwa pada saat ini, PT Garam seharusnya sudah mulai melakukan penyerapan garam rakyat, setelah mendapat suntikan dana segar sebesar Rp 300 miliard, dan sekaligus melaksanakan semua program yang menyerap anggaran dari Penyertaan Modal Negara tersebut.

“ Program yang dibiayai oleh PMN  mencakup tiga program besar, pertama, dana Rp 220 milliard untuk program penyerapan garam rakyat milik petani sebanyak 400.000 ton. Dan dari dana tersebut kembali dibagi dua, yakni sebanyak Rp 204 miliard untuk menyerap garam rakyat dan Rp 16 milliard dimanfaatkan untuk revitalisasi lahan garam di Madura,” bebernya (22/04/2016)

Namun kenyataannya menjelang pertengahan tahun 2016 ini, PT Garam belum juga melakukan pembelian garam  rakyat, khususnya di Kabupaten Sumenep. Ia mempertanyakan kemana PT Garam akan memperuntukkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut, Tanya Surawi.

“Bagaimana mau membeli garam rakyat, sampai saat ini saja PT Garam belum juga mengosongkan gudangnya,”ungkapnya.

Dikatakanya untuk tahun 2016 ini PT Garam menargetkan produksi garam dari ladang sendiri sebanyak 350.000 ton, jumlah tersebut, lebih tinggi dari produksi tahun 2015 lalu, yang mencapai 340.000 ton. Jangan hanya bisa menarget hasil, tetapi substansi suntikan dana PMN itu harus jelas penggunaannya,”ucapnya.

Menurutnya dengan dana PMN tersebut PT Garam menambah anggaran belanja, diharapkan bisa bermanfaat bukan kepada perusahaan PT Garam, akan tetapi dapatnya PMN tersebut  bermanfaat untuk kesejahteraan petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Warga Sapeken Keluhkan Pelayanan Bank BRI Unit Arjasa

Arjasa-, Warga pulau Sapeken Keluhkan program pemerintah BPUM UMKM, lantaran jadwal penerimaan dari BANK BRI …

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *