Minggu , 1 Agustus 2021
Home / Sumenep / “ Pemuda Sumenep Kecam SKPD Pemkab Sumenep Yang Hanya Jadi Benalu “

“ Pemuda Sumenep Kecam SKPD Pemkab Sumenep Yang Hanya Jadi Benalu “

focusmadura.com-demo APS ke kantor Pemkab Sumenep

APS Desak Pemkab Sumenep Lengserkan Kepala Dinas Yang Tak Produktif

Sumenep- Aliansi Pemuda Sumenep (APS) melakukan aksi demonstrasi di kantor Pemerintah Kabupaten  Pemkab Sumenep, dalam aksi demonstrasi kali ini APS kritisi kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah SKPD di nilai tidak produktif. Dan juga mendesak pemerintah Kabupaten Sumenep melengserkan oknum kepala Dinas yang tidak produktif

Koordinator lapangan Imam Arifin dalam orasinya mendesak pemerintah untuk melengserkan kepala dinas yang tidak produktif, karena ia menilai SKPD yang tidak produktif terkesan hanya sebagai formalitas saja.

“Kami meminta kepada Bupati untuk mengevaluasi menjelang mutasi jabatan,” teriaknya (21/04/2016)

APS  juga menilai terdapat 5 SKPD di lingkungan Pemkab Sumenep yang kinerjanya tidak produktif dan gagal dalam melaksanakan fungsinya, seperti Dinas Pendidikan, telah gagal meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Sumenep, dan tidak punya terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumenep.

“Itu di lihat dari minimnya fasilitas pendidikan di kabupaten Sumenep, sementara program KF tidak memberikan solusi mengatasi buta aksara di Sumenep,” ucapnya

Selain itu kurangnya guru di kepulauan maupun daratan kisarannya sekitar 1000 lebih guru, hal lain yaitu bantuan pendidikan yang tidak merata, bantuan yang diserap dari APBD Sumenep.

“Dinas PU CIPTA KARYA telah gagal mengentas terjadinya banjir di wilayah perkotaan, salah satunya di depan kantor PU Cipta Karya sendiri, Jln Seludang, Jl Basuki Rahman, Jl Adi Rasa, juga gagal menciptakan lahan hijau,” ucapnya

Dikatakan oleh Imam Arifin DISBUDPARPORA, gagal menjalani 3 fungsi pokok, yaitu tidak adanya dewan kesenian di Sumenep, tidak pernah melakukan inventarisasi situs peninggalan bersejarah, hingga banyak dimiliki kabupaten lain, dan tidak melakukan perawatan terhadap situs peninggalan sejarah Sumenep, yang mulai hancur dimakan usia.

BAPPEDA setengah hati dalam meningkatkan pembangunan di Sumenep, hal itu dilihat dari molornya RIPDA sampai saat ini tidak selesai, pembentukan forum CSR telah mandeg karena ada pembiaran dari dinas terkait.

“Tidak adanya pressure kuat dari BAPPEDA dalam pembahasan Perda CSR di DPRD Sumenep untuk segera menyelesaikannya,” ucapnya

RSUD Kabupaten Sumenep juga tidak luput dari sorotan pemuda Sumenep, dinilai telah gagal meningkatkan pelayanan kesehatan di kabupaten Sumenep dengan, sehingga banyak pasien yang di rujuk ke Pamekasan dan daerah lain.

Dikatakannya semua kebobrokan yang dilakukan oleh dinas perlu di evaluasi oleh Pemkab Sumenep, menjelang mutasi jabatan.” hingga misi pembagunan yang direncanakan tidak hanya isapan jempol belaka,”tegasnya.(sym/ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *