Minggu , 24 Oktober 2021
Home / Budaya / Mengenal Asta Bujuk panaongan Pasongsongan Sumenep

Mengenal Asta Bujuk panaongan Pasongsongan Sumenep

untitled

Unik… Asta Bujuk Panaongan ditemukan pada tanggal 09 bulan 09 dan tahun 1999

Sumenep dikenal di kalangan masyarakat luar dengan berbagai jenis budaya dan wisatanya, seperti halnya masjid jamik dan Asta tinggi yang merupakan icon penting sumenep, tapi tahuka anda ? ternyata selain tempat ziarah asta tinggi ada sebuah tempat ziarah yang tidak kalah menarik seperti halnya asta bujuk panaongan di desa pasongsongan,

Di Asta bujuk panaongan terdapat sekitar 47 makam yang beberapa diperkirakan sudah berumur 700 tahun, awal mula penemuan asta bujuk panaongan ini terjadi ketika salah seorang istri imam syafi’i warga pasongsongan pada tahun 1999, malam selas bermimpi kedatangan seorang nenek tua, nenek tua tersebut memberitahu bahwa di dalam bukit pasir tersebut terdapat beberapa kuburan salah satunya adalah kuburannya, wanita tua tersebut menyuruh istri imam syafi’i untuk menggali tanah tersebut.

Ternyata pada saat dilakukan penggalian sedalam 7 meter ternyata benar adanya kuburan tua yang tertumpuk pasir, kuburan pertama yang di temukan olh istri imam syafi’i bertuliskan huruf arab tertera nama NYAI UMMU NATI, Kemudian diketemukan nisan kedua tertera nama SAIKH AL ARIF ABU SAID.

Komplek makam yang luasnya sekitar 6 meter ini akhirnya menjadi sebuah tempat ziarah bagi masyarakat Sumenep, uniknya lagi penemuan makam tersebut terjadi pada tanggal 09 bulan 09 dan tahun 1999.

Seperti diketahui, sebelum ditemukannya kompleks makam asta bujuk panaongan ini sering tercium bau minyak hajar aswad, setelah 45 hari 52 malam ditemukanlah sluruh komplek makam asta bujuk panaongan, setelah ditelusuri makam tertua disini lebih tua dari makam sunan ampel.(afif/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Sita Perhatian Wisatawan Asing

Sumenep – Usai melalui prosesi penjamasan di Desa Aeng Tong-tong, pusaka keraton akhirnya dikirab kemabli …

Diikuti ribuan peserta, JJS EGRANG Sumenep sebagai pelestari budaya Indonesia

Sumenep – Jalan-jalan sehat (JJS) Egrang, merupakan sebuah hal yang baru di Indonesia pada umum nya, …

KABUPATEN SUMENEP DUKUNG RENCANA PENETAPAN HARI KERIS NASIONAL

Bertempat di rumah dinas Wakil Bupati Sumenep, tokoh perkerisan sumenep yang juga wakil bupati Sumenep …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Batik On The Sea Pecundangi Sumenep

Sumenep-, Sedikitnya terdapat 45 stand yang ditampilkan pada acara Batik On The Sea di Pantai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *