Minggu , 24 Oktober 2021
Home / Nasional / Masa Depan Suram Pulau Gili Labak

Masa Depan Suram Pulau Gili Labak

gili-labak
focusmadura.com-terumbu karang pulau Gili Labak yang hancur dan tercemar batu bara(FarisEP)

Yang Awalnya ‘ The Hidden Paradise ‘, Pulau Gili Labak Bakal Berubah Jadi ‘ The Coal Paradise ‘
Sumenep- Kandasnya Kapal BG MDM 4, milik PT Meratus Advance Maritim yang tepat di pantai pulau Gili Labak, mengakibatkan rusaknya 4000 lebih terumbu karang, yang tumbuh alami di pulau yang dijuluki ‘ The Hidden Paradise ‘ tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan data temuan, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep.
menurut petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep, Edy, bahwa kondisi terumbu karang semenjak kandasnya Kapal dengan muatan 12.000 ton batu bara tersebut, sangat berdampak pada ekosistem bawah laut di sekitaran kandasnya kapal tersebut. Salah satunya adalah sangat berdampak pada ribuan terumbu karang yang selama ini memang tumbuh alami di pulau Gili Labak Sumenep tersebut, yang rusak dan mati akibat terlindas bagian bawah kapal bagian kiri.
Tidak Hanya itu, sejak kandasnya kapal BG MDM, banyak batu bara yang dimuatnya berjatuhan selama beberapa hari ini ke parairan pantai pulau Gili Labak, sehingga mencemari air  laut di pantai tersebut, dan berdampak pada berbagai jenis ikan yang menghuni di terumbu karang pulau Gili Labak Sumenep.
” rehabilitasi pantai pulau Gili Labak tidak mudah, dan membutuhkan waktu yang sangat lama”, terang Edy.
selain itu berdasarkan pengamatan tim  penyelam bawah laut  yang ditugaskan oleh Pemkab Sumenep, Jimmy Tan, mengungkapkan bahwa kerusakan terumbu karang akibat kandasnya Kapal BG MDM 4 tersenut sangat berdampak besar terhadap pemandangan bawah laut destinasi wisata Pulau Gili Labak, banyak terumbu karang patah dan mati, dan berubahnya warna air laut di sekitaran lokasi kandasnya kapal tersebut yang awalnya berwarna biru bening, saat ini menjadi biru-biru gelap, akibat dari tumpahnya batu bara di pantai Gili Labak,  sehingga berdampak pada ikan-ikan yang menghuni terumbu karang tersebut pun pindah ke tempat lain, karena ekosistem nya telah hancur.
” kondisi terumbu karang di pulau Gili Labak sangat memprihatinkan, sehingga membutuhkan penanganan profesional yang continue “, ungkap Jimmy.
Seperti diketahui, berdasarkan pengamatan tim liputan focusmadura.com, yang mendatangi lokasi kandasnya kapal BG MDM 4 milik PT. Meratus Advance Maritim, yang berkantor di Wisma Raharja 6th floor, zone C Jl. TB Simatupang Kav.01, Cilandak Jakarta Selatan 12560 Indonesia ini, sejak kandasnya kapal tongkang tersebut, kapal mengalami kemiringan akibat adanya kebocoran kapal di bagian kiri lambung kapal, dan untuk kapal tidak karam, kapal tersebut di topang dengan Tugboat. Dan saat ini muatan batu bara tersebut mulai dilakukan pemindahan ke kapal tongkang lainnya, untuk selanjutnya dilakukan evakuasi kapal kandas tersebut dari pantai pulau Gili Labak Sumenep.(arif/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

PANDEMI COVID-19, PT GARAM BERIKAN BANTUAN DANA KEMASLAHATAN UMAT

Senin (18/5), ditengah pandemi Covid-19 PT Garam (Persero) terus melakukan aksi sosial kepada masyarakat sekitar. …

Berbagi, PT Garam Gelontorkan 5000 Paket Sembako Dibeberapa Daerah

Sumenep-,  Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, PT Garam (Persero) melalui Badan Amil Zakat …

Kapolda Jatim OTT Bisnis Solar Illegal, 4 Nama Perusahaan Negara di Sumenep Ditengarai Terlibat

Sumenep -, Paska Operasi Tangkap Tangan Penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi yang di lakukan di …

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *