Minggu , 1 Agustus 2021
Home / Kesehatan / Ingin Hidup Lebih Lama? Kurangi Durasi Duduk Anda

Ingin Hidup Lebih Lama? Kurangi Durasi Duduk Anda

ilustrasi

Memperbanyak berdiri memungkinkan tubuh bergerak sehingga kalori banyak yang terbakar

Seperti yang kita ketahui bahwa meluangkan waktu untuk istirahat secara teratur di tempat kerja tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga baik untuk produktivitas.

Dan sekarang, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa mengurangi durasi duduk di tempat kerja selama 71 menit per hari ternyata memiliki efek positif dalam jangka panjang, yang dapat membantu Anda hidup lebih lama.

Ini dikarenakan, studi tersebut menemukan bahwa meluangkan waktu istirahat dengan cara mengurangi waktu duduk di tempat kerja dapat membantu Anda memangkas lemak tubuh, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes dan kematian dini.

Hasil studi yang ditindaklanjuti selama tiga bulan menunjukkan penurunan dari 0,61 persen lemak tubuh pada peserta studi.

Penurunan lemak tubuh ini, kata para peneliti, sebagai akibat dari durasi duduk yang dikurangi 71 menit selama jam kerja setelah satu bulan.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pencegahan dan Kesehatan, University of Southern Denmark dan University of Sydney melakukan intervensi berbasis kerja multi-komponen untuk mengurangi durasi duduk.

Tim ini menganalisa 317 pekerja kantor di 19 kantor di seluruh Denmark dan Greenland secara acak dimasukkan ke dalam intervensi atau kelompok kontrol.

Intervensi termasuk perubahan lingkungan kantor dan kuliah dan lokakarya, di mana pekerja didorong untuk menggunakan mereka meja berdiri.

Setelah tiga bulan, peneliti menemukan bahwa peserta dalam kelompok intervensi yang mengurangi durasi duduk, lemak tubuhnya berkurang hingga setengah dari sebelumnya ketimbang kelompok yang tidak mengurangi durasi duduk.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak orang berdiri, maka kemungkinan untuk bergerak pun semakin banyak. Dengan begitu kalori yang terbakar pun semakin banyak pula.

Studi ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Epidemiology. (Zeenews)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *