Rabu , 16 Juni 2021
Home / Sumenep / Dianggap Bohongi Mahasiswa, Puluhan ORMAWA Unija Gelar Aksi Tutup Mulut

Dianggap Bohongi Mahasiswa, Puluhan ORMAWA Unija Gelar Aksi Tutup Mulut

img_9610

Pengelola Universitas Wiraraja Sumenep Disinyalir telah Membohongi Mahasiswa

Sumenep- Puluhan Aliansi Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (ORMAWA) mengadakan aksi tutup mulut dan bagi-bagi selembaran di area kampus Universitas Wiraraja Sumenep, hal ini dikarenakan adanya kebohongan pihak kampus terhadap mahasiswa, kebohongan ini telah menimbulkan kebodohan bagi mahasiswa dan tidak akan pernah lagi mencetak mahasiswa yang bernama cendikiawan Madura.

Permasalahan yang selalu ada dalam unija, seperti halnya pada tiga tahun silam, bahwa pihak pimpinan kampus sudah melakukan suatu kebohongan terhadap gerakan mahasiswa yang pada saat itu mengawal tentang sistem SKS yang berubah menjadi sistem paket, pada saat itu, sebanyak 17 orang mahasiswa telah diberikan sanksi berupa non aktifnya mahasiswa yang menggelar unjuk rasa ke pihak rektorat terkait persoalan tersebut.

koordinator aksi, Sirojuddin, mengatakan dirinya telah jelas dibohongi oleh pihak pimpinan Universitas Wiraraja, yang mana dalam pelaporan pihak Unija terhadap DIKTI yakni sebanyak 17 Mahasiswa tersebut telah mengajukan cuti, melainkan bukan pelaporan terkena sanksi berupa non-aktif.

“pihak kampus telah melakukan pembungkaman terhadap mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya, kalau kita berkaca terhadap undang-undang nomer 9 tahun 1998, bahwa itu dijelaskan kita mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi dan menyampaikan suatu hal yang menyebabkan keresahan terhadap public, jadi banyak hal yang telah dilakukan oleh pihak kampus, yang pertama terjadinya gejolak dualisme yayasan, kepemilikan tanah, permasalahan pembantu rektor dua yang menjabat beberapa jabatan dan yang terakhir permasalahan 17 mahasiswa yang di non aktifkan “, ungkap sirojuddin.

Kabar terbaru saat ini telah terjadi permasalahan Keputusan Rektor untuk Organisasi Kemahasiswaan tentang cara pemilihan DLM-U dan PRESMA yang tidak mengacu pada Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan Keputusan Menteri Pendidikan  Nomor 155/U/1998 pada pasal 7 ayat 2 yang berbunyi, pengurus di tetapkan berdasarkan pemilihan yang tata cara dan mekanismenya di tetapkan oleh mahasiswa perguruan tinggi terkait, “ Mahasiswa tanpa Demokrasi, Pimpinan kampus merdeka, hal ini lah yang terjadi pada saat ini, serasa tidak ada keadilan terhadap mahasiswa “, cetus Sirojuddin.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *