Rabu , 4 Agustus 2021
Home / Kesehatan / Bawa Tas Seberat 2,5 Kg Lebih, Ini Bahayanya bagi Tubuh

Bawa Tas Seberat 2,5 Kg Lebih, Ini Bahayanya bagi Tubuh

ransel_ga_terlalu_berat

Sering membawa tas berat ternyata dapat menurunkan massa tulang.

Osteoporosis identik dengan kondisi yang menyerang orang lanjut usia. Padahal, kondisi menurunnya kepadatan tulang ini bisa datang lebih awal jika seseorang memiliki kebiasaan yang membebani tulang.

Salah satunya membiarkan tulang menopang beban tas dengan berat di atas 2.5 kilogram. Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Tetty Hutabarat dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) mengatakan bahwa kebiasaan membawa tas seberat 2,5 kg lebih dapat memicu tubuh membungkuk yang merupakan gejala awal osteoporosis.

“Ketika makin bungkuk maka tulang semakin memipih dan kebiasaan itu memicu osteoporosis atau pengeroposan tulang lebih cepat muncul,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Oleh karena itu, Tetty mengimbau untuk membatasi beban bawaan pada tasnya maksimal 2.5 kilogram. Selain itu menjalani aktivitas fisik seperti berenang secara rutin juga dapat membantu mencegah bungkuk.

“Olahraga renang terutama gaya bebas itu bagus sekali dilakukan, karena gerakan saat berenang dapat memperkuat otot dan tulang,” tambahnya.

Selain itu posisi duduk, menurut Tetty, juga harus diperhatikan. Kriteria posisi duduk yang tegak adalah posisi telinga, bahu, dan panggul yang berada dalam satu garis.

“Posisi seperti ini membuat beban tulang belakang semakin minimal sehingga bisa mengurangi risiko saraf kejepit atau osteoporosis,” pungkasnya.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *