Minggu , 1 Agustus 2021
Home / Kesehatan / Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?

Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?

o_1a4fbiea2ik6ip3jig1tcg1t92a

Meskipun bisa dikatakan sangat aman untuk terbang selama lebih dari trimester ketiga (hingga 36 minggu), Anda disarankan untuk mendiskusikan rencana tersebut dengan dokter atau bidan, sebelum memesan jadwal penerbangan.

Dalam kasus berisiko tinggi tertentu, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan untuk tetap tinggal di rumah selama kehamilan Anda.

Namun sebaiknya Anda menunda perjalanan udara, jika dalam kondisi sebagai berikut:
1. Hamil kembar.
2. Diabetes atau tekanan darah tinggi.
3. Ada kelainan plasenta atau perdarahan vagina.
4. Kemungkinan untuk bersalin secara prematur.
5. Ada riwayat atau sejarah pembentukan bekuan darah (termasuk sebelum kehamilan).

Bahkan jika Anda mengalami kehamilan yang tidak rumit, sebaiknya hindari terbang selama bulan-bulan terakhir. Banyak maskapai penerbangan yang tidak mengizinkan perempuan hamil, terutama di bulan-bulan tertentu untuk melakukan penerbangan.

Namun, setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda tentang kapan dan apakah Anda diperbolehkan terbang. Sebaiknya cek kembali dan update informasi terbaru. Jangan lupa untuk memperhitungkan seberapa jauh perjalanan Anda.

Sebelum Anda pergi, tanyakan kepada bidan atau dokter kandungan untuk membantu Anda menemukan dokter, jika Anda  membutuhkan perhatian medis selama liburan. Bawalah daftar lengkap kontak darurat, dan jika Anda berada di trimester kedua atau ketiga, bawa juga salinan grafik prenatal Anda.

Sebuah grafik prenatal harus mencakup usia Anda, tanggal kemungkinan lahir, tanggal terakhir Anda menstruasi, jumlah dan hasil dari kehamilan sebelumnya, faktor risiko penyakit, hasil tes laboratorium yang berhubungan dengan kehamilan dan ultrasound, riwayat medis dan bedah, dan catatan tanda-tanda vital yang diambil pada setiap kunjungan kontrol.

Jika Anda sehat dan tidak memiliki masalah kebidanan, Anda dan bayi Anda seharusnya tidak memiliki kesulitan dalam kabin bertekanan dari pesawat komersial. Anda tidak perlu khawatir tentang scanner X-ray di bandara.

Selama penerbangan, hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat diri Anda senyaman mungkin. Mintalah tempat duduk di tengah pesawat, di atas sayap, agar Anda hanya bisa merasakan gerakan halus pesawat. Jika mungkin, pesan tempat duduk yang bisa membuat Anda meluruskan kaki, melakukan peregangan, dan mudah berlajan-jalan atau menuju kamar mandi.

Ibu hamil yang duduk diam dalam jangka waktu yang lama berada pada peningkatan risiko terjadinya pembekuan darah, sehingga disarankan untuk berjalan di sekitar kabin, setidaknya setiap satu jam. Anda juga dapat meregangkan dan melenturkan kaki setiap 30 menit, memakai stoking khusus hamil untuk membantu menjaga aliran darah di kaki Anda, dan mengurangi risiko penggumpalan darah serta pembengkakan kaki.

Ketika duduk, jaga posisi sabuk pengaman untuk diikat di bawah perut. Minum banyak air putih untuk meminimalkan efek dehidrasi dari udara kabin yang kering. Kafein bersifat diuretik, jadi hindarilah kopi, teh, dan minuman ringan berkafein sebelum dan selama penerbangan.

Hati-hatilah pada makanan dan minuman yang memproduksi gas sebelum lepas landas. Gas yang terperangkap dari beberapa makanan, seperti kubis dan kacang-kacangan, yang akan menghasilkan gas dalam perut dan membuat perjalanan tidak nyaman.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *