Jumat , 26 Februari 2021
Home / Sumenep / Waduh… Penyimpangan Menanti Di Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep

Waduh… Penyimpangan Menanti Di Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep

focusmadura-com

Lelang Pengadaan Mebeller 18 M Disdik Sumenep, Disinyalir Ada Permainan Antara Kontraktor dengan Pejabat Daerah

Sumenep- Beberapa waktu yang lalu sejumlah aktifis anti korupsi di Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa terkait program pemerintah, berupa pengadaan Mebeller di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,  karena pada program tersebut beberapa aktifis anti korupsi, mensinyalir adanya dugaan penyimpangan, baik dari proses tender, pemenang tender yang teah di tentukan, hingga barang mebeller yang kualitasnya diragukan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Anis Makki, aktifis anti korupsi ini menjelaskan bahwa dalam program ini dirinya mensinyalir adanya beberapa penyimpangan, seperti pada proses tender/lelang, dimana kontraktor pemenangnya sudah ditentukan, sehingga proses lelang hanya formalitas saja. Tidak hanya itu, para kontraktor pemenang itu memang sengaja dimenangkan oleh oknum pejabat daerah Sumenep, karena para kontraktor tersebut telah menyiapkan pengadaan barang sejak lama, “ nanti kita lihat saja kualitas barang nya secara keseluruhan “, ungkap Anis.

BACA : http://focusmadura.com/2016/09/20/disinyalir-fiktif-disdik-sumenep-dituding-selewengkan-program-pengadaan-mebeller-18-m/

Dalam persoalan ini, Anis Makki berpendapat bahwa seluruh mekanisme pada program mebeller dengan nilai 18 M tersebut, tidak luput dari sepengetahuan pemangku jabatan di Kabupaten Sumenep, “ terkesan dibiarkan, berarti ada yang tidak beres dalam program yang bersumber dari uang negara tersebut, yang jelas ada gerak-gerik yang mengarah ke tindak pidana  Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN)  “, tegas Anis.

Anis Makki menambahkan, bahwa dalam program tersebut sudah banyak indikasi penyimpangan, maka dari itu merupakan suatu kewajiban para pihak yang terkait untuk ikut mengawal program tersebut, agar tepat sasaran, tidak bermasalah dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. “ ini merupakan kewajiban semua kalangan dan beberapa pihak terkait, seperti Kejaksaan, POLRI, BPK, dan KPK, untuk mengawal dan memastikan program mega proyek pemerintah ini tidak bermasalah “, harapnya.

“  ibarat penyakit, maka lebih baik mewaspadai dari pada mengobati “, singgungnya.

Terkait persoalan ini, Ach Sadik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, tidak dapat dihubungi, baik hendak ditemui hingga melalui telephone seluler.(arif/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *