Rabu , 11 Desember 2019
Home / Jurnalis Masyarakat / Viral Pro dan Kontra Acara Hari Jadi Kabupaten Sumenep

Viral Pro dan Kontra Acara Hari Jadi Kabupaten Sumenep

Sejak selesai acara hari jadi, banyak status yang mengaku kecewa atas nama rakyat. Benarkah?? Anda yakin atas nama rakyat??
Sebenarnya saya tidak Peduli dengan status yang beredar, karena saya menganggap menanggapi postingan orang orang yang gak bertanggung jawab dan menyebarkan stigma negatif, itu tidak ada faedahnya buat saya. Tapi sepertinya jika dibiarkan akan semakin menyesatkan pikiran masyarakat. Dan timbul banyak praduga dan prasangka. Akhirnya saya putuskan menulis ini. Berharap bisa menjadi pertimbangan siapa pun yang membaca.

Hari jadi Sumenep merupakan ulang tahun peringatan Sumenep yang dirayakan untuk kita semua. Karena Sumenep memang milik kita bersama. Oleh karena itu, pemerintah mengajak rakyat bersama merayakannya melalui kegiatan yang dilakukan hampir sebulan penuh bulan oktober. Mulai dari festival kuliner, lomba-lomba, festival Tong-Tong, Semarak hari jadi, hingga upacara peringatan.
Sekarang jika ada yang mempertanyakan hari jadi untuk siapa? Jelas jawabannya bukan?!? Jangan hanya karena acara semalam pada semarak hari jadi kemudian muncul stigma hari jadi membuat rakyat nestapa.
Masih ingat festival dan lomba2 hingga festival tong tong kemarin?!? Saya yakin dari anak anak hingga dewasa semua mengikutinya. Dari seluruh elemen masyarakat juga mengikutinya. Lantas, jika ada status nyinyir orang yang mencoba mengatasnamakan rakyat dan menjelekkan pemerintah haruskah kita langsung percaya?? Eit tunggu dulu…

Tapi kan tadi malam rakyat tidak bisa masuk karena ada pagar pembatas?!?

Oke, itu benar. Namun itu memang dilakukan hanya di acara semarak hari jadi bukan di keseluruhan acara peringatan hari jadi…

Tapi kenapa hanya di semarak hari jadi?!?

Jawabannya :
1. Bukankah sejak dulu perayaan semarak hari jadi memang diberi pagar pembatas?!? {lalu mengapa dibesar besarkan sekarang?}
2. Bayangkan, jika tidak ada pagar pembatas. Apakah suara mc akan didengar jika berteriak, “harap masyarakat berdiri diluar garis kuning. Karena seluruh area merupakan panggung untuk seni yang akan tampil.” Apakah masyarakat akan menurut? Tidak.
Itu sudah terjadi di malam festival tong tong dimana saking besarnya antusiasme masyarakat dalam melihat festival ini tidak mampu membuat mereka patuh pada permintaan panitia. Padahal itu demi kelancaran acara. Jika hal yang sama terjadi di semarak hari jadi. Saya yakin baik panitia maupun keamanan akan kewalahan mengaturnya. Padahal panitia bertanggung jawab mengatur lancarnya jalannya acara, menjaga keamanan para penari yang berjumlah 1000 orang. Menjaga keamanan properti yang ada {buktinya banyak orang yang memanjat ke beberapa properti jalan seperti pot, dll}. Karena tidak semua orang baik, diantara mereka ada maling dan Pengutil yang mengintai.
3. Ada pagar pembatas juga selama prosesi karena setelah itu semua peserta prosesi akan di arak di jalan. Hanya saja untuk yang tadi malam karena semarak kali ini diadakan malam hari maka arakan baru terjadi tepat jam 11 malam.
4. Undangan vip dijual juga untuk membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menontonnya. Dan duduk bersama di kursi. Tentu ini memang untuk yang mampu. Hal ini dilakukan untuk lokasi kursi yang memang terbatas saja. Kenapa ada bayaran?!? Tentu, karena panitia juga menyediakan konsumsi dan parkir husus. Dan undangan ini juga bertujuan untuk wisatawan asing. Dan itu terbukti memang ada yang dari luar negeri.

Lantas bagaimana dengan rakyat.
Anda tahu tidak jika pemerintah beserta panitia ingin sekali semua orang bisa menikmatinya. Acara berjalan sempurna. Semua orang menilai sempurna. Semua orang puas tanpa ada yang dikecewakan?

Apa untungnya pemerintah atau pejabat menikmatinya sendirian?!?

Intinya, baik panitia maupun pemerintah sampai saat ini sudah berusaha semaksimal mungkin mengadakan acara yang sempurna di mata semua orang. Hanya saja masih belum menemukan cara yang tepat untuk menjadi se sempurna seperti yang semua orang inginkan. Oleh karena itu mari kita bersama menanam kesadaran diri. Mendukung pemerintah. Bersama membangun kota kita yang indah ini. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan hati jangan serta merta langsung menjudge se dini mungkin. Tanyakan dulu, atau jika ada yang kurang berkenan bisa langsung menanyakan pada panitia. Ketimbang menulis yang buruk yang kemudian memberikan efek buruk juga.
Karena efek itu, tidak akan memengaruhi siapa pun. Kecuali kedamaian dan kesejahteraan kota kita sendiri yang akan rusak.

Mari berangkulan tangan.
Karena SUMENEP RUMAH KITA

Oleh : Liza Ulfa Maesura

 

About Focus Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *