Rabu , 3 Maret 2021
Home / Nasional / Titiek Soeharto: Kampanye Antitembakau Didanai Asing

Titiek Soeharto: Kampanye Antitembakau Didanai Asing

Pasphoto-SHS2Kampanye antirokok dinilai akan mematikan industri rokok nasional.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, menengarai ada agenda terselubung dalam setiap kampanye antitembakau di Indonesia. Begitu juga dengan wacana menaikkan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus yang sempat mengemuka dalam dua pekan terakhir.

Pemerintah memang telah menyangkal wacana itu sebagai kabar bohong. Namun Titiek mencurigai isu itu diembuskan kelompok tertentu dengan maksud merusak industri rokok nasional, sehingga rokok produk asing dapat lebih leluasa masuk pasar Indonesia.

“Bukan rahasia umum, penelitian tentang tembakau, kampanye antitembakau, didanai oleh luar negeri yang punya maksudd tertentu; berselimut,” kata Titiek kepada wartawan di Yogyakarta pada Sabtu, 27 Agustus 2016.

Politikus Partai Golkar itu berargumentasi, jumlah perokok Indonesia sangat besar, dan rokok produk nasional lebih populer rokok kretek. Sementara sebagian besar rokok produk asing adalah rokok nonkretek.

“Kalau memang benar (harga rokok) dinaikkan, pasti (masyarakat) akan mencari rokok alternatif lain. Bisa rokok ilegal, bahkan membuat rokok lintingan, yang tidak terkena pajak cukai,” kata Titiek, yang juga putri mendiang Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Jika wacana itu diterapkan, katanya, penjualan rokok kretek di Indonesia akan turun, rokok ilegal akan menjamur, dan pemerintah tidak akan mendapatkan tambahan pajak dari cukai rokok.

“Parahnya lagi petani tembakau akan gulung tikar, pabrik akan PHK (pemutusan hubungan kerja) buruhnya besar-besaran, dan pedagang asongan juga akan kolaps,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah berhati-hati jika ingin menaikkan cukai rokok demi menambahkan pendapatan pajak. Lagi pula, masih ada cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia.

“Menaikkan cukai rokok agar kesehatan masyarakat meningkat, saya sepakat, namun jangan sampai justru membunuh orang yang bukan perokok, seperti petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan pedagang asongan rokok,” katanya.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Surabaya-Madura

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi …

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Warga Sumenep Antusias Sambut Bakal Cawapres Nomor Urut Dua 2019

Sumenep-, Ribuan warga Sumenep, Madura – Jawa Timur antusias sambut kedatangan Cawapres Paslon nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *