Jumat , 26 Februari 2021
Home / Kesehatan / Teknologi Canggih Ini Mampu Kembalikan Denyut Jantung

Teknologi Canggih Ini Mampu Kembalikan Denyut Jantung

Seiring dengan perkembangan bukti ilmiah, teknologi dalam penanganan penyakit juga semakin berkembang. Salah satunya, untuk penanganan penyakit kardiovaskular.

Dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) di Jakarta, pekan ini, ada beberapa teknologi yang tersedia, yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Ketua Komite Ilmiah ASMIHA, dr. Renan Sukmawan, ST, PhD, SpJP(K), memaparkan beberapa teknologi tersebut.

Left Ventrcular Assist Device (LV Assist Device)

Alat ini dipasang di jantung pasien untuk membantu menggerakkan jantung.

Cardiac Resynchronization Therapy (CRT), atau Terapi Sinkronisasi Jantung, Renan menjelaskan, gagal jantung juga menyebabkan gerakan dinding jantung menjadi tidak sinkron, yang makin memperlemah pompa jantung.

“CRT adalah alat berukuran kecil yang dipasang untuk mengembalikan gerak dinding-dinding jantung, agar lebih sinkron,” ujar Renan, saat konferensi pers ASMIHA di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Stem cell

Saat ini, masih dalam tahapan trial di RS Harapan Kita. Percobaan ini mengembangkan stem cell yang bisa diinjeksikan secara langsung ke dalam jantung pasien. Stem cell tidak hanya digunakan untuk penyakit jantung, tetapi juga pembuluh darah. Jadi, jika banyak pembuluh darah di beberapa bagian tubuh rusak, maka sel akan diinjeksikan ke dalam pembuluh darah tersebut.

Trans Aortic Valve Implantation

Yaitu teknologi untuk menutup pembuluh darah, atau jantung yang bocor, atau terbuka tanpa menggunakan tindakan operasi. Pada pasien yang sudah tua dan tidak dapat dilakukan operasi bedah jantung terbuka, untuk mengganti katup aorta dapat dilakukan dengan teknologi ini. Melalui kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah di bawah kulit, katup jantung dilewatkan hingga ke dalam jantung dan dikembangkan dengan balon untuk mengganti katup yang lama.

Transplantasi jantung

Sebuah teknologi yang lebih advanced. Namun, di Indonesia masih belum bisa dilakukan, bukan karena teknik operasinya, tetapi karena belum adanya sistem donor, sistem transfer, sistem pemilihan pasien mana yang dapat didonorkan, dan faktor lainnya.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *