Sabtu , 29 Januari 2022
Home / Sumenep / Serap APBN Milliaran Rupiah, Pengentasan Buta Aksara Sumenep Tidak Maksimal

Serap APBN Milliaran Rupiah, Pengentasan Buta Aksara Sumenep Tidak Maksimal

Pelaksanaan Kegiatan Tidak Transparan, Disdik Sumenep Main Klaim

Sumenep- Berbagai program pemerintah untuk menekan tingginya angka jumlah penduduk yang meyandang kategori buta aksara, atau keaksaraan fungsional (KF) pun dilakukan, seperti di Sumenep Jawa Timur, dimana berbagai kegiatan pelaksanaan pada kelompok belajar mengajar masyarakat, terkesan tertutup.

Hal tersebut dipaparkan oleh aktifis pemerhati pendidikan, Bagus Junaidi, yang mengungkapkan bahwa hingga saat ini dinas pendidikan melalui bidan pendidikan luar sekolah tidak pernah menunjukan tentang aktifitas kegiatan belajar masyarakat yang buta aksara, dan menurutnya tiba-tiba muncul data keberhasilan program tersebut.

“ kapan dilaksanakan, dan ada berapa kelompok belajar yang tersebar di Kabupaten Sumenep ini semua tidak jelas, padahal program pemerintah itu harus transparan dan harus dibeberkan seterang-terangnya ke masyarakat luas, bukan seperti orang bisik-bisik gitu, kalau seperti itu jangan salahkan kami (masyarakat) untuk menilai negatif pada program pemerintah pusat tersebut “, ungkap Bagus.

Selain itu, Bagus Junaedi mengungkapkan, berdasarkan data yang didapatkannya bahwa, program pemerintah yang menghabiskan kisaran anggaran Milliara n rupiah tersebut, hanya berhasil  menekan angka penyandang KF, dimana dari jumlah 134.540 orang yang menyandang KF, kini tersisa sebanyak 57.505 orang, yang menurutnya sisa penyandang KF seharusnya tidak sebanyak itu, “ uang negara tidak sedikit yang dikeluarkan untuk program tersebut, masa hanya segitu, ayolah jangan main-main di dunia pendidikan kita yang saat ini masih terpuruk “, singgungnya.

Sedangkan menurut data yang dimiliki bidang pendidikan luar sekolah (PLS) dinas pendidikan Kabupaten Sumenep, bahwa pihaknya telah berhasil menekan tingginya angka buta aksara untuk di Kabupaten Sumenep, yaitu pada tahun 2015 dilaporkan sebanyak 134.540 orang, kini tersisa menjadi 57.505. dan untuk serapan anggarannya, program pemerintah pengentasan K-F tersebut diserap dari anggaran APBN dan APBD II Kabupaten Sumenep.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

MAFIA PUPUK SEMAKIN MERAJALELA, ADA APA DENGAN DISPERTAHORTBUN SUMENEP

Sumenep-, Polemik berkepanjangan tentang pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep semakin memanas, usai mendapat kecaman keras …

DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

Melalui catatan ini, pertama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf. Kedua untuk menjawab rasa penasaran yang …

PROGRAM DANA HIBAH PEMPROV JATIM 2020 DISELEWENGKAN, MASYARAKAT SUMENEP MINTA KPK USUT TUNTAS

Sumenep -, Diduga kuat banyak penyelewengan pada realisasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di …

Ini Waliyullah Leluhur Ulama dan Umara Sumenep

Ket.Foto: Situs Parongpong, di dusun ini terdapat tiga asta waliyullah Sumenep. (Mamira.ID) Nama Parongpong memang …

DENDAM PERSELINGKUHAN, IRT TEGA BUNUH BALITA YATIM

Sumenep-, Warga Sumenep Madura digegerkan dengan hilangnya sosok balita berinisial SNI usia 4 tahun, warga …

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.