Rabu , 26 Januari 2022
Home / Sumenep / Reshuffel SKPD Sumenep Disinyalir Berpotensi Jual Beli Jabatan

Reshuffel SKPD Sumenep Disinyalir Berpotensi Jual Beli Jabatan

Kemajuan pembangunan kabupaten Sumenep selama beberapa periode tidak signifikan

Sumenep- Menjelang pergeseran pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menjadi sorotan beberapa kalangan masyarakat, terutama dari sisi kapasitas dan kemampuan para pimpinan SKPD yang dinilai mumpuni dalam bekerja.

Hal tersebut dipaparkan oleh penggiat anti korupsi, Abdurrahman, dimana menurut nya bahwa kemajuan pembangunan segala sisi di Kabupaten Sumenep selama beberapa periode, khususnya satu periode terakhir ini masih jauh dari kalimat ‘ baik ‘, sehingga moment menjelang pergeseran atau umum disebut mutasi jabatan di kalangan SKPD dan jajarannya ini sangat menentukan masa depan Sumenep.

“ kalau mau baik dan maju, cara perekrutan nya harus bersih dari tindakan transaksional, atau transparan saja pada masyarakat pada proses tersebut, agar masyarakat juga mengetahui mana-mana oknum yang pejabat yang benar-benar bisa bekerja dan mana yang tidak bisa bekerja “, ungkap Abdurrahman.

BACA  :http://focusmadura.com/akademisi-akuntabilitas-dan-kredibiilitas-pimpinan-birokrasi-sumenep-dipertanyakan/

Berdasarkan pengamatannya, Abdurrahman mengendus adanya tindakan transaksional jual beli jabatan sejak periode pemerintahan sebelumnya, dimana nilai suatu jabatan SKPD di lingkungan Pemda Sumenep sangat fantastis, sehingga para pejabat kita nantinya tidak fokus dalam bekerja, malah akan sibuk memikirkan bagaimana cara untuk mengembalikan modal dalam membeli jabatan nya , sehingga sangat berdampak pada masa depan Kabupaten Sumenep.

Sementara itu menurut kalangan akademisi, Muhammad Arif, bahwa moment pergeseran jabatan di lingkungan SKPD Sumenep pada tahun 2017 ini, merupaka momentum berbenah diri dan sangat menentukan masa depan Sumenep, karena menurutnya hingga saat ini seluruh aspek pembangunan belum berjalan efektif, terlebih bagi wilayah kepulauan.

“ kemajuan pembangunan Kabupaten Sumenep masih belum signifikan, jadi pilihannya hanya merekrut pejabat yang mumpuni dalam bekerja, atau pejabat yang mumpuni untuk beli jabatan, itu saja “, singgungnya.

Arif menambahkan bahwa kinerja SKPD kabupaten Sumenep masih minim, terlihat dari kualitas infrastruktur, baik di wilayah daratan, terlebih di wilayah kepulauan yang sering dikeluhkan warga kepulauan itu sendiri.  “ roda pemerintahan selama ini berjalan, merupakan cerminan dari kapasitas dan kemampuan dalam bekerja, semoga tidak hanya kepala daerahnya yang semangat, namun jajaran dibawah nya hanya bisa melongo dan menjadi penonton “, harapnya.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

Melalui catatan ini, pertama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf. Kedua untuk menjawab rasa penasaran yang …

PROGRAM DANA HIBAH PEMPROV JATIM 2020 DISELEWENGKAN, MASYARAKAT SUMENEP MINTA KPK USUT TUNTAS

Sumenep -, Diduga kuat banyak penyelewengan pada realisasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di …

Ini Waliyullah Leluhur Ulama dan Umara Sumenep

Ket.Foto: Situs Parongpong, di dusun ini terdapat tiga asta waliyullah Sumenep. (Mamira.ID) Nama Parongpong memang …

DENDAM PERSELINGKUHAN, IRT TEGA BUNUH BALITA YATIM

Sumenep-, Warga Sumenep Madura digegerkan dengan hilangnya sosok balita berinisial SNI usia 4 tahun, warga …

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.