Sabtu , 29 Januari 2022
Home / Jurnalis Masyarakat / DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

Melalui catatan ini, pertama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf. Kedua untuk menjawab rasa penasaran yang disampaikan oleh beberapa kawan.

Pada catatan pertama, dengan judul yang sama, saya menuliskan kata “remeh” soal Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Salah seorang kawan, yang juga duduk di Legislatif, mengingatkan saya bahwa dana DBHCHT itu tidak “remeh” akan tetapi melimpah. Lewat pesan WhatsApps, kalimat dari kawan saya begini: DBHCT bukan remeh Lek, berlimpah ruah, tulisnya.

Penulisan kata “remeh”, mungkin telah menganggu pikiran kawan saya soal DBHCHT. Sebab, menurutnya, dana itu sangat besar: media senter hampir 2 miliar, lanjut kawan saya saat berbalas pesan di WhatsApp.

Karena didesak rasa penasaran, saya menanyakan jumlah pasti dana BDHCHT yang diterima Pemerintah Sumenep. Pertanyaan ini bukan apa-apa. Mumpung ada kawan membuka pintu, sekalian saja masuk. Siapa tahu gayung bersambut. Ternyata tidak.

“Ndak pegang. Tapi bisa dicari,” jawab kawan saya.

Karena satu kawan tak mempan, saya nekat ke kawan lain. Dia juga di Legilatif. Dan alhamdulillah, kali ini gayung bersambut. Data lengkap DBHCHT saya terima.

Saya cukup terkejut. Sebab dana yang digelontorkan benar-benar melimpah, tidak “remeh”. Dari DBHCHT dan tambahan PAK, Kabupaten Sumenep mendapat Rp. 51.779.486.079,- atau sederhananya 51 miliar lebih.

Angka yang fantastis ini dibagi tiga. Pertama Kesejaahteraan masyarakat 36.47 %. Kedua untuk Kesehatan 38.53 % dan ketiga guna penegakan hukum 25.00%.

Melihat persentase ini, orang awam seperti saya hanya bisa nganga. Menelan ludah sebisanya. Angka fantastis ini semestinya membawa kebahagiaan. Bukan potensi perampokan.

Saya dan orang awam lainnya memiliki doa-doa sederhana. Misalnya, semoga Sumenep lebih baik. Meskipun saat ini termasuk Kabupaten dengan kemiskinan ekstrem.

Semoga harga tembakau baik. Tak perlu dipermainkan lagi. Ada jaminan bahagia untuk petani. Meskipun itu mustakhil sekali.

Ironisnya, tersiar kabar bahwa dana puluhan milyar ini, terindikasi sudah menjadi incaran komplotan perampok primer. Dengan dalih dekat dengan kekuasaan, dari hulu hingga hilir, dana DBHCHT ini sudah selesai dipetakan.

Kuat dugaan, dana ini hanya akan jadi bancakan. Realisasinya bisa diakali untuk mengeruk sekian banyak keuntungan. Nomenklaturnya bisa dimodifikasi agar hasil berlipat lagi.

Sebagai hamba sahaya, kita upayakan tetap bersikap biasa. Kita tak akan punya daya untuk mengingatkan mereka, para perampok primer yang sudah kalap mata.

Mengelus dada tak akan ada guna. Menangis pun hanya akan jadi bahan tawa. Cukup diingat-ingat saja, setiap masa ada orangnya. Setiap orang ada masanya. Satu lagi, kematian adalah masa depan seluruh umat manusia. Salam.

NAMA PENULIS : NUR KHALIS
PROFESI : JURNALIS TV (SUMENEP-PAMEKASAN)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

PROGRAM DANA HIBAH PEMPROV JATIM 2020 DISELEWENGKAN, MASYARAKAT SUMENEP MINTA KPK USUT TUNTAS

Sumenep -, Diduga kuat banyak penyelewengan pada realisasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di …

Ini Waliyullah Leluhur Ulama dan Umara Sumenep

Ket.Foto: Situs Parongpong, di dusun ini terdapat tiga asta waliyullah Sumenep. (Mamira.ID) Nama Parongpong memang …

DENDAM PERSELINGKUHAN, IRT TEGA BUNUH BALITA YATIM

Sumenep-, Warga Sumenep Madura digegerkan dengan hilangnya sosok balita berinisial SNI usia 4 tahun, warga …

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.