Rabu , 26 Januari 2022
Home / Sumenep / DBH-CHT Rp 1,3 Milliard Dinas Peternakan Sumenep Potensi Tidak Tepat Sasaran

DBH-CHT Rp 1,3 Milliard Dinas Peternakan Sumenep Potensi Tidak Tepat Sasaran

focusmadura.com-tanaman tembakau petani Sumenep

Petani Tembakau Adalah Prioritas Penerima DBH-CHT

Sumenep-Bantuan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep tahun 2016, yang berupa sapi ternak sasaranya ternyata tak hanya kepada kelompok tani (Poktan) tembakau.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep Arif Rusdi menjelaskan bantuan DBHCHT tahun 2016 di Dinas Peternakan sebesar Rp1,3 miliar akan dialokasikan tidak hanya kepada poktan penghasil tembakau saja. Alasan pihaknya mengesahkan pengajuan kepada semua kelompok meskipun bukan penghasil tembakau, karena mayoritas di Sumenep merupakan penghasil tembakau, meskipun begitu ia berjanji akan memprioritaskan kepada penghasil tembakau.

“untuk jumlah penerimanya sebanyak 27 kelompok, dengan nominal sama dengan tahun lalu,”teranganya  Jumat (29/04/2016)

Dengan realisasi sampai saat ini menunggu pendataan kelompok yang masuk. Untuk pengadaan sapi karena nilainya Rp200 juta maka akan ditenderkan.

Menanggapi hal ini, Abu Bakar, petani Tembakau, menjelaskan bahwa,  berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

” Harusnya kami (petani tembakau) yang sudah berkontribusi lah yang harus diprioritaskan “, tegas Abu Bakar.

Untuk nama kegiatan dan sub kegiatan dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebaiknya jadikan nama program dan kegiatan dalam APBD, dikarenakan dalam PMK tercantum 5 (lima) kegiatan dengan beberapa sub kegiatan, maka untuk 5 (lima) kegiatan tersebut, jadikan program untuk dicantumkan dalam APBD, menjadi :
– Program Peningkatan kualitas bahan baku industri hasil tembakau.
– Program Pembinaan industri hasil tembakau.
– Program Pembinaan lingkungan sosial.
– Program Sosialisasi ketentuan di bidang cukai.
– Program Pemberantasan barang kena cukai illegal.

Abu Bakar menambahkan, Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep Madura,terkesan akan salah sasaran, dalam menyalurkan program DBHCTHT tahun 2016 ini, yang seharusnya lebih memperhatikan kondisi petani tembakau dan lingkunganyang terkenan dampak langsung dari kegiatan tanaman Tembakau, imbuhnya.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

DBHC-HT 2021 SUMENEP UNTUK SIAPA?

Melalui catatan ini, pertama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf. Kedua untuk menjawab rasa penasaran yang …

PROGRAM DANA HIBAH PEMPROV JATIM 2020 DISELEWENGKAN, MASYARAKAT SUMENEP MINTA KPK USUT TUNTAS

Sumenep -, Diduga kuat banyak penyelewengan pada realisasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di …

Ini Waliyullah Leluhur Ulama dan Umara Sumenep

Ket.Foto: Situs Parongpong, di dusun ini terdapat tiga asta waliyullah Sumenep. (Mamira.ID) Nama Parongpong memang …

DENDAM PERSELINGKUHAN, IRT TEGA BUNUH BALITA YATIM

Sumenep-, Warga Sumenep Madura digegerkan dengan hilangnya sosok balita berinisial SNI usia 4 tahun, warga …

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.