Rabu , 8 Desember 2021
Home / Kepulauan / Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

Mangkrak bertahun-tahun, DBS II Tetap Dipertahankan

INT-kapal DBS II Mangkrak selama bertahun-tahun

Warga Kepulauan Berharap Ada Kapal Baru Yang Layak

PT Sumekar Line Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, tetap nekat akan memperbaiki KM Dharma Bahari Sumekar (DBS), setelah mangkrak selama bertahun-tahun, dengan  alasan DBS II sebagai aset daerah.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Sumekar Line Rasul Junaidi, mengatakan merasa penting untuk melakukan perbaikan KM Dharma Bahari Sumekar DBS II, dengan alasan sebagai aset pemerintah kabupaten Sumenep, ia memastikan tahun ini perbaikan KM DBS II segera selesai perbaikan kapal tersebut, dengan cara melakukan doking dan mengganti peralatan yang sudah rusak.

“kalau nanti biaya operasionalnya tidak cocok dengan, kami tentunya punya cara lain dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain,”terangnya Senin (11/04/2016)

Alasanya KM DBS II tidak segera dijual, bukan disebabkan akan mengalami kerugian akan tetapi PT Sumekar Line hanya akan memiliki 1 transportasi laut yaitu DBS I, selain itu juga berkenaan dengan, Surat ijin usaha perdagangan (SIUP), dimana dalam pelayaran diharuskan mempunyai 2 kapal untuk mendapatkan SIUP tersebut.

Ia menambahkan nantinya apabila kapal DBS II sudah dilakukan perbaikan, akan mengakut roda 4, meskipun demikian pihaknya masih akan tetap melakukan kajian mendalam, besar biaya perbaikan dengan pendapatannya,”yang jelas biaya perbaikan DBS II tidak akan menggunakan APBD,”teranganya,

Pihaknya akan mempihak ketigakan perbaikan DBS II, atau melakukan kerja sama dengan pihak perbankan, atau pelayaran lain, karena menurutnya jika menggunakan APBD mempunyai beban psikologi dan tanggung jawab, untuk itu ia menganggarkan perbaikan KM DBS II berkisar kurang lebih Rp 2 Milyar.

Sementara itu, menurut Abd. Rahman, warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, bahwa jika pemerintah daerah Sumenep, tetap mempertahankan rencana tersebut, maka kembali lagi, warga Kepulauan di jadikan sebagai ” Anak Tiri “. Karena selain minimnya ketersediaan infrastruktur yang ada di wilayah kepulauan, transportasi antar pulau di Kabupaten Sumenep menjadi sangat penting bagi warga kepulauan di Sumenep.

” kami sudah bersabar selama beberapa periode kepemimpinan beberapa kepala daerah, dan yang kami butuhkan hanya kelayakan transportasi laut saja  “, cetus Rahman.

Seperti diketahui kapal DBS II ini telah mangkrak selama beberapa tahun ini, dan selama beroperasi kapal tersebut sering mengalami gangguan, sehingga terakhir kali nya, kapal tersebut mangkrak dan karatan.(sym/ros/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Taretan Ngopi Bagikan Takjil Gratis

Sumenep,- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam taretan ngopi, Sumenep, Madura – Jawa Timur membagikan takjil …

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Warga Sapeken Keluhkan Pelayanan Bank BRI Unit Arjasa

Arjasa-, Warga pulau Sapeken Keluhkan program pemerintah BPUM UMKM, lantaran jadwal penerimaan dari BANK BRI …

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *