Rabu , 3 Maret 2021
Home / Kesehatan / Sinyal Konsumsi Air Minum Harus Dibatasi

Sinyal Konsumsi Air Minum Harus Dibatasi

Aturan minum delapan gelas air per hari seringkali digaungkan. Namun, tak selamanya kebutuhan konsumsi minum air putih untuk satu orang dengan lainnya sama. Cukup minum memang bisa bermanfaat untuk pencernaan, membantu membakar kalori ekstra dan membantu menjaga suhu tubuh. Kurang minum air, bisa juga berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Namun, Anda pun perlu tahu, bukan hanya kekurangan konsumsi air saja yang bisa membahayakan tubuh. Kelebihan asupan cairan juga sama bahayanya dengan kurang asupan cairan.

Dilansir Times of India, kelebihan air juga bisa berdampak buruk bagi Anda. Untuk itu, Anda juga perlu tahu, kapan saat tubuh meminta Anda berhenti mengkonsumsi air.

Sebabkan Hiponatremia

Jika asupan air Anda berlebihan, bisa merusak keseimbangan alami tubuh, sehingga membuat tubuh Anda kekurangan natrium. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut hiponatremia (kadar natrium darah yang rendah). Seorang atlet yang terus-menerus mengonsumsi air sepanjang waktu, jangan dikira tak berbahaya. Hal ini, dapat menyebabkan pembengkakan sel dan dapat menyebabkan muntah, mual, kejang, dan bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Cek warna urine

Tidak ada orang yang tidak melihat warna urine-nya saat dikeluarkan. Jika memiliki warna kuning muda dan jernih, itu adalah indikasi bahwa Anda telah mencapai keadaan hidrasi optimal. Lupakan aturan konsumsi air delapan gelas sehari, mulailah menilai kebutuhan cairan diri Anda lewat warna urine. Jika warna urine kuning tua, itu adalah tanda bahwa Anda perlu minum air dengan cepat. Dan tak melulu harus mengonsumsi air putih, karena asupan cairan juga bisa diperoleh dari minuman seperti jus, teh hijau, air kelapa atau limun, yang juga bisa memenuhi asupan cairan untuk tubuh.

Melakukan latihan intens

Rutin olahraga menyebabkan berkeringat dan kehilangan elektrolit. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh kita. Ketika Anda berkeringat, Anda kehilangan nutrisi penting yang Anda butuhkan untuk mendapatkan kembali, tetapi mereka tidak ditemukan dalam air biasa. Saat seperti ini, adalah waktu yang tepat untuk Anda mengkonsumsi cairan seperti air kelapa yang tinggi magnesium, serat, sodium, kalium dan vitamin C.

Minum air berlebihan untuk diet

Memang disarankan, jika Anda ingin mengurangi asupan makanan, Anda dapat mengonsumsi segelas air sebelum makan. Ini akan membuat Anda merasa lebih kenyang lebih cepat, sehingga membuat Anda makan lebih sedikit. Tetapi beberapa orang justru mengonsumsi air berlebihan sebelum makan, ini tentu bisa merusak kesehatan. Perlu diketahui, manusia tetap membutuhkan sejumlah kalori untuk tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Menenggak segelas air sebelum makan saat tubuh tidak merasa lapar, sebaiknya ini jangan dilakukan.

Tepat setelah makan

Studi menunjukkan bahwa setelah makan, jangan buru-buru minum air putih. Beri waktu jeda setidaknya 30 menit setelah makan. Hal ini membantu dalam penyerapan nutrisi karena jika Anda minum air setelah makan, bisa mencairkan cairan lambung. Konsumsi air segera setelah makan juga bisa mengencerkan enzim yang penting untuk proses pencernaan.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *