Sabtu , 15 Mei 2021
Home / Sumenep / Serap APBN Milliaran Rupiah, Pengentasan Buta Aksara Sumenep Tidak Maksimal

Serap APBN Milliaran Rupiah, Pengentasan Buta Aksara Sumenep Tidak Maksimal

Pelaksanaan Kegiatan Tidak Transparan, Disdik Sumenep Main Klaim

Sumenep- Berbagai program pemerintah untuk menekan tingginya angka jumlah penduduk yang meyandang kategori buta aksara, atau keaksaraan fungsional (KF) pun dilakukan, seperti di Sumenep Jawa Timur, dimana berbagai kegiatan pelaksanaan pada kelompok belajar mengajar masyarakat, terkesan tertutup.

Hal tersebut dipaparkan oleh aktifis pemerhati pendidikan, Bagus Junaidi, yang mengungkapkan bahwa hingga saat ini dinas pendidikan melalui bidan pendidikan luar sekolah tidak pernah menunjukan tentang aktifitas kegiatan belajar masyarakat yang buta aksara, dan menurutnya tiba-tiba muncul data keberhasilan program tersebut.

“ kapan dilaksanakan, dan ada berapa kelompok belajar yang tersebar di Kabupaten Sumenep ini semua tidak jelas, padahal program pemerintah itu harus transparan dan harus dibeberkan seterang-terangnya ke masyarakat luas, bukan seperti orang bisik-bisik gitu, kalau seperti itu jangan salahkan kami (masyarakat) untuk menilai negatif pada program pemerintah pusat tersebut “, ungkap Bagus.

Selain itu, Bagus Junaedi mengungkapkan, berdasarkan data yang didapatkannya bahwa, program pemerintah yang menghabiskan kisaran anggaran Milliara n rupiah tersebut, hanya berhasil  menekan angka penyandang KF, dimana dari jumlah 134.540 orang yang menyandang KF, kini tersisa sebanyak 57.505 orang, yang menurutnya sisa penyandang KF seharusnya tidak sebanyak itu, “ uang negara tidak sedikit yang dikeluarkan untuk program tersebut, masa hanya segitu, ayolah jangan main-main di dunia pendidikan kita yang saat ini masih terpuruk “, singgungnya.

Sedangkan menurut data yang dimiliki bidang pendidikan luar sekolah (PLS) dinas pendidikan Kabupaten Sumenep, bahwa pihaknya telah berhasil menekan tingginya angka buta aksara untuk di Kabupaten Sumenep, yaitu pada tahun 2015 dilaporkan sebanyak 134.540 orang, kini tersisa menjadi 57.505. dan untuk serapan anggarannya, program pemerintah pengentasan K-F tersebut diserap dari anggaran APBN dan APBD II Kabupaten Sumenep.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *