Minggu , 28 Februari 2021
Home / Lifestyle / Saran Psikolog Bila Anak Melihat Perempuan Bugil di Tempat Umum

Saran Psikolog Bila Anak Melihat Perempuan Bugil di Tempat Umum

Publik baru saja dihebohkan dengan aksi perempuan yang berbelanja di apotek kawasan Mangga Besar, Jakarta, dengan kondisi nyaris bugil. Belum diketahui pasti apa motif di balik aksi tersebut.

Namun yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana jika anak Anda melihat kejadian tersebut. Kira-kira apa yang harus dilakukan orangtua ketika melihat hal tersebut bersama anak?

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si berpendapat jika orangtua dan anak berada dalam kondisi tersebut, maka jadikan momen itu untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan pada anak.

“Kita bisa menjelaksan ke anak, kalau kita juga nggak tahu kenapa perempuan tersebut tidak memakai pakaian di tempat umum, lalu sampaikan bahwa hal tersebut tidak baik sehingga jangan sampai dilakukan anak di masa mendatang,” ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini pada temu media di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Selain itu, Nina juga menyarankan orangtua untuk memberikan beberapa alasan yang mungkin mendasari mengapa perempuan tersebut tidak memakai baju saat membeli obat. Gunakan kalimat positif sehingga anak dapat menyerap nilai pendidikan dari peristiwa tersebut.

“Mungkin dia memang nggak punya baju untuk dipakai. Ya, kalau memang dia nggak punya apa-apa, respon yang tepat ketika menyaksikannya segera carikan selimut. Sehingga sekaligus mengajarkan anak bagaimana berbuat baik,” tambah dia.

Dari kacamata psikologi, Nina mengungkap beberapa alasan yang mendorong perempuan itu tampak santai di muka umum tanpa busana lengkap. Salah satunya gangguan kejiwaan skizofrenia yang membuatnya tak sadar atas apa yang dilakukannya.

“Ada yang karena gangguan kejiwaan sehingga dia tak sadar apa yang terjadi pada dirinya. Ada juga karena taruhan, atau memang karena dia nggak punya baju,” lanjut Nina.

Jika memang benar alasannya adalah skizofrenia, ia mengimbau orangtua yang membawa anak mengambil jarak dari perempuan tersebut. Pasalnya, ada kemungkinan dia bertindak agresif dan menyerang orang-orang di sekelilingnya.

“Kadang orang dengan gangguan jiwa ini berisiko menyerang orang di sekitarnya. Kita bisa menghindari agar tidak terlalu dekat dengan dia. Apalagi kalau membawa anak,” pungkas dia.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Memukau, Sumenep Jazz 2018 Berhasil Hibur Ratusan Warga Sumenep

Sumenep – Dengan dibintangi dua artis dari ibu kota Jakarta, Mulan Jameela dan Iga Mawarni Sukses menghibur warga …

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan …

5 Pemikiran Gila Bob Sadino yang Bisa Memotivasi Anda Untuk Sukses

Lifestyle- Pemikiran gila Bob Sadino kerap mempengaruhi banyak orang dalam dunia wirausaha. Bagaimana tidak, pemikirannya …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Inilah Potret Blusukan Ala Nia Kurnia Fauzi

Sumenep-, Siang itu dengan cuaca yang panas menyengat, Nia Kurnia Fauzi, Istri orang nomor dua …

Festival Batik Abaikan Keindahan Taman Adipura Sumenep

Sumenep – Pagelaran Festival Batik On The Street menyisakan pemandangan yang tidak enak, hal tersebut dibuktikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *