Selasa , 28 September 2021
Home / Kesehatan / Rutin Makan Jeruk Lindungi Anda dari Sederet Penyakit Ini

Rutin Makan Jeruk Lindungi Anda dari Sederet Penyakit Ini

wanita-makan-jeruk

Jeruk merupakan buah yang kaya antioksidan dan flavanon.

Konsumsi buah berwarna oranye ini secara rutin ternyata dapat melindungi Anda dari risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke yang disebabkan oleh obesitas.

Menurut penelitian yang dilakukan tim Universidade Estadual Paulista (UNESP) di Brasil, jeruk dan lemon kaya akan antioksidan flavanon yang dapat menurunkan risiko penyakt jantung, diabetes dan stroke.

Peneliti menjelaskan, diet tinggi lemak dapat menghasilkan oksigen reaktif berlebihan yang mampu merusak sel sehingga memicu peradangan. Sel yang mengalami stres oksidatif akibat gaya hidup tak sehat ini bisa dicegah agar tak memicu penyakit kronis dengan asupan antioksidan, yang banyak terdapat pada jeruk.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa di masa depan, kita dapat menggunakan flavanon jeruk untuk mencegah atau menunda penyakit kronis yang disebabkan oleh obesitas pada manusia,” kata Paula S. Ferreira, seorang mahasiswa pascasarjana di Universidade Estadual Paulista (UNESP) di Brasil, seperti dilansir Boldsky.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mengonsumsi jeruk memiliki efek menguntungkan bagi orang-orang yang tidak gemuk, tetapi memiliki pola makan kaya lemak, dimana turut menempatkan mereka pada risiko penyakit kardiovaskular, resistensi insulin dan perut buncit.

Untuk mendapatkan temuan ini, tim melakukan percobaan dengan 50 tikus dan memberikan mereka flavanon yang ditemukan pada jeruk dan lemon.

Kelompok yang mengonsumsi diet tinggi lemak tanpa flavanon menunjukkan peningkatan kadar kerusakan sel atau adanya zat reaktif asam thiobarbituric (TBARS) yang mencapai 80 persen dalam darah dan 57 persen di jantung, dibandingkan dengan tikus yang menjalani diet standar .

Tapi ketika diberi asupan flavanon, kadar TBARS dalam jantung menurun sebesar 50 persen, dibandingkan dengan tikus yang diberi diet tinggi lemak, tetapi tidak diberikan flavanon.

Flavanon juga mengurangi tingkat TBARS dalam darah sebesar 48 persen. Selain itu, tikus yang diobati dengan flavanon juga mengalami penurunan jumlah lemak dan kerusakan jantung.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *