Jumat , 26 Februari 2021
Home / Sumenep / RSUD Sumenep Kembali Tolak Pasien Patah Tulang

RSUD Sumenep Kembali Tolak Pasien Patah Tulang

Sumenep – Pelayanan yang sangat mengecewakan kembali ditampakkan oleh pihak RSUD Moh Anwar Sumenep, Madura, dimana pasien lakalantas, Sanusi 31 tahun, warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, alami patah tulang di bagian dada atas, sebanyak dua patahan.

Pasien Sanusi datang ke RSUD Moh Anwar pada pukul 14.00 WIB dan dipersilahkan pulang pada pukul 17.20 WIB (13/10/17), dan pada waktu itu Sanusi mendapat penanganan medis oleh dokter IGD RSUD Moh Anwar Sumenep, dan disarankan untuk menjalani rawat inap, karena berdasarkan hasil rontgsen kerangka tulang dada, pasien Sanusi alami patah tulang sebanyak 2 patahan, dan harus mendapat penanganan medis yang serius, mengingat posisi dua patahan tulang tersebut berada di daerah dada pasien, sehingga khawatir akan melukai organ tubuh yang terdekat, yakni paru-paru.

Hal tersebut dibenarkan oleh Riyadah, yang merupakan kakak dari pasien Sanusi, yang menerangkan bahwa pada saat itu kami panik saat tengah berada di ruang IGD RSUD Sumenep, dan kami awalnya sangat khawatir, karena dokter jaga pada waktu itu menyarankan untuk rawat inap, dan kenapa kok berubah untuk pulang dengan rawat jalan serta dokter rumah sakit hanya memberikan resep obat, sehingga kami (keluarga) pun pulang, dan mengobati pasien dengan pengobatan alternatif, yakni dengan sangkal putung.

” kami disuruh pulang, dengan rawat jalan, dan kami hanya diberi resep obat murah untuk diberikan kepada pasien, sehingga kami mengobati Sanusi dengan pengobatan alternatif “, ungkapnya.

Riyadah mengaku cukup heran dengan kebijakan dokter RSUD Moh Anwar Sumenep, yang awalnya menyarankan untuk rawat inap, tapi berselang beberapa waktu malah disuruh pulang, dengan menjalani rawat jalan, padahal sang dokter memastikan dengan menyebutkan dari hasil rontgsen bahwa pasien alami patah tulang sebanyak 2 patahan, namun dirinya bersyukur adiknya saat ini berangsur membaik, setelah mendapat pengobatan alternatif sangkal putung.

” beruntung kami segera membawa Sanusi ke sangkal putung, dan saat ini kondisinya semakin membaik, karena sepulang dari RSUD Sumenep, pasien mengeluh kesakitan “, tutur Riyadah.

Menanggapi persoalan tersebut, direktur RSUD Moh Anwar,  Fitril,  mengaku bahwa dokter jaga IGD telah mengambil langkah yang benar, karena meskipun pasien alami patah tulang, tidak harus menjalani rawat inap, karena dirinya percaya akan kinerja bawahannya.

Fitril menyebutkan bahwa pasien Sanusi telah di Ransel oleh dokter, sehingga pasien dengan 2 patahan tulang tersebut, hanya perlu chek up kembali ke rumah sakit untuk kembali diperiksa.

” pasien patah tulang hanya cukup di ransel dan melakukan pemeriksaan rutin saja dirumah sakit “,kata Fitril. (Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *