Senin , 1 Maret 2021
Home / Sumenep / Puluhan Tikus Pithi Datangi KPU Sumenep, Ada Apa ?

Puluhan Tikus Pithi Datangi KPU Sumenep, Ada Apa ?

Sumenep-, Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam kelompok mengatasnamakan ‘Tikus Pithi’ Senin pagi mendatangi kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Sumenep, Madura – Jawa Timur, Senin 7 Desember 2019.

Puluhan massa Tikus Pithi mendatangi KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Sumenep ini dalam rangka menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait pencalonan Capres dan Cawapres di Tahun 2019 dari jalur independent. Terlihat massa membentangkan spanduk sambil bernyanyi di depan kantor KPU Sumenep.

Imran, Korlap Aksi mengungkapkan, kedatangannya ke Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Sumenep yakni untuk menyuarakan Capres dan Cawapres dari jalur Independent agar bisa ikut di Pilpres 2019.

“jadi kedatangan kita (Tikus Pithi) kesini yakni untuk menyuarakan Independent agar bisa dibuka atau ikut dalam Pilpres di tahun 2019, bagaimanapun kita sebagai warga Negara mempunyai hak untuk dipilih dan memilih, sesuai yang diatur dengan Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28 yakni masyarakat berhak dipilih dan memilih”, Jelasnya

Meski telah mengetahui bahwa Capres dan Cawapres di Pemilu Tahun 2019 ini telah ditetapkan, Imran selaku Korlap Aksi mengatakan bahwa 60 hari sebelum pemilihan pihaknya masih bisa mengajukan.

“Memang kita sudah tau tahapan sudah selesai tapi berdasarkan Undang – Undang KPU 237 kan ada jelas bahwa sebelum 60 hari kita masih bisa mengajukan, tidak ada yang tidak bisa”, Tambahnya.

Menanggapi hal tersebut A. Warits, Ketua KPU Sumenep mengungkapkan gagasan dari massa tersebut merupakan bentuk kekayaan dari pemikiran, namun berdasarkan perundang – undangan itu tidak mengakomodir calon dari independent untuk Capres dan Cawapres.

“saya piker itu baik sebagai kekayaan pemikiran kita, tetapi secara peraturan perundangan sampai saat ini tidak mengakomodir calon dari Independent untuk Capres dan Cawapres sehingga organisasi ‘Tikus Pithi’ akan menempuh jalur hukum melauli Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menguji undang – undang itu”, Ungkapnya.

Warits juga menjelaskan bahwa pihaknya menerima gagasan tersebut dengan baik, ia juga mengungkapkan akan mengkomunikasikan hal tersebut seperti Rakor (Rapat Kordinasi) untuk dikomunikasikan kepada KPU Provinsi, namun menurut peraturan perundang – undangan, hingga saat ini belum bisa mengakomodir Capres dan Cawapres dari jalur Independent.

“KPU tentunya akan terima gagasan itu, lalu nanti akan kami komunikasikan di forum – forum misalnya rakor untuk disampaikan kepada KPU ditingkat Provinsi, namun ya begitulah peraturan perundangan kita yakni tidak bisa mengakomodir Capres dan Cawapres di jalur Independet”,Tutupnya.(Ris/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *