Kamis , 4 Maret 2021
Home / Sumenep / Polemik Lahan Pegaraman Pamekasan Nyaris Bentrok

Polemik Lahan Pegaraman Pamekasan Nyaris Bentrok

Sumenep-, Beginilah kondisi lahan tambak garam di Dusun Trokem, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura – Jawa Timur.

Pasalnya sejak terjadi perseteruan dua kelompok petani garam dari dua Kabupaten mulai beberapa tahun yang lalu, lahan pegaraman seluas 21 Hektar ini tak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Hal tersebut diakibatkan oleh dua kelompok petani dari dua Kabupaten di Madura mengklaim sama – sama memiliki hak atas lahan pegaraman tersebut.

Hari ini, Sabtu, 12 Mei 2018 puluhan warga dari Desa Pinggir papas, Kecamatan Kalianget, Sumenep mendatangi lahan dengan membawa sertifikat kepemilikan lahan tersebut, mereka akan mengambil lahan sesuai dengan bukti kepemilikan yang mereka miliki yakni sertifikat lahan pegaraman.

Sementara warga setempat yang mengatasnamakan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) juga mengklaim mempunyai bukti dan izin dari perhutani untuk menggarap lahan tersebut.

“Kami telah mempunyai bukti berupa sertifikat tambak, kami hanya ingin mengelola tanah yang sudah sah milik kami, tapi kenapa kok di klaim oleh perhutani, sedangkan pengajuan sertifikasi sudah sejak tahun 80 – an”, Ungkap Moh. Hasan Salah satu petani garam, kepada sejumlah awak media.

Hasan mengaskan bahwa sertifikat tambak sudah dinyatakan sah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan, bahkan menurutnya dalam proses pengukuran tanah disaksikan oleh Aperatur Desa setempat, Kecamatan, Bupati, Kanwil BPN, Serta Perhutani.

Sementara Hartono, Petugas Hukum Agraria Perhutani KPH Madura mengaku bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, namun dia mengatakan dalam proses pembuatan sertifikan tersebut diragukan keabsahaannya.

“Menurut saya proses pembuatannya kurang benar, karena sertifikat tersebut dikeluarkan pada tahu 1993 – 2000 sedangkan dokumen yang kami miliki sejak tahun 1966”, Katanya (sabtu, 12/05/2018).

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *