Senin , 27 September 2021
Home / Budaya / Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Ika Arista sosok perempuan pengrajin keris asal Desa Aeng Tong – tong Photo by : Arif cool break

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah sosok pahlawan perempuan yang tak akan pernah terlupakan oleh kita semua.

Kartini adalah salah-seorang sosok perempuan yang memperjuangkan nilai kesetaraan antara laki – laki dan perempuan ditanah air.

Lantas bagaimana dengan saat ini, masih adakah sosok perempuan seperti RA. Kartini ?

Adalah Ika Arista, Warga Desa Aing Tong-tong Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur satu-satunya perempuan pengrajin keris yang ada di Sumenep atau mungkin di Indonesia. Perempuan berusia 21 Tahun ini, menjadi Empu Keris ia tekuni sejak lama.

Menurut perempuan yang berpenampilan sederhana ini, menjadi Empu Keris bukan hanya semata karena keturunan dari orang tua atau nenek moyangnya, melainkan kewajibannya sebagai kaum muda untuk melestarikan budaya warisan leluhur bangsa.

Ika meyakini sebenar – benarnya empu adalah perempuan, karena perempuan mampu mencetak generasi selama Sembilan bulan, dan mendidiknya sebagai penerus bangsa yang baik.

“Untuk para kartini (perempuan red) diluar sana yang terlahir seperti saya dengan jender perempuan apapun yang anda rasakan hari ini, apapun masalah yang anda alami hari ini, Yakinlah tidak ada jalan buntu, itu hanya belokan yang mungin agak curam, dengan Hari Kartini kita harus punya semangat maju, untuk melangkah lebih baik, percayalah bahwa setiap usaha tidak akan mengkhianati hasil, saya Ika Arista SELAMAT HARI KARTINI”, Ujar Pengrajin Keris Perempuan di Sumenep.

 

Photo by : Arif Cool Break

“ … Saya tak kenal blush on, maskara dan rekan rekannya, Sebab liukan pamor, lipatan baja, dan suara gerindra bergemuru lebih bersemi di dada, Ini Cinta ! biarkan asap bercampur gemuruh menghitamkan kulit, Rambut dan Pipi.

“…Saya masih akan menjadi ‘Perempuan’ di garis tepi melawan batas wajar, “Ika Arista.

 

(Ris/red)

 

About focus

Lihat Juga

Apa Kabar Bandara Kepulauan Kangean???

Sumenep-, Rencana pembangunan Bandar Udara (BANDARA) untuk dikepulauan Kangean bukan menjadi hal yang baru lagi, …

Minyak Kayu Putih Sumenep Menjanjikan Peningkatan Perekonomian

Sumenep-, Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan …

Warga Sapeken Keluhkan Pelayanan Bank BRI Unit Arjasa

Arjasa-, Warga pulau Sapeken Keluhkan program pemerintah BPUM UMKM, lantaran jadwal penerimaan dari BANK BRI …

SEBERAPA PENTINGKAH DEBAT?

Oleh : Rausi samorano (forpkot) Sumenep-, Dalam pagelaran kontestasi demokrasi baik itu pemilu maupun pilkada …

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *