Selasa , 15 Juni 2021
Home / Kesehatan / Penggolongan Ganja sebagai Narkotika Dinilai Tak Beralasan

Penggolongan Ganja sebagai Narkotika Dinilai Tak Beralasan

Tumbuhan-Ganja.-Ilustrasi

Padahal, kata dia, ganja adalah sebuah tanaman, layaknya jahe dan herbal lainnya.

Pemerintah menggolongkan ganja ke dalam jenis narkotika golongan 1 dalam UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Karenanya, pengguna ganja di Indonesia bisa dijerat oleh hukum yang berlaku.

Namun Ketua Yayasan Sativa Nusantara, Inang Winarso menegaskan bahwa ganja adalah tanaman yang memiliki manfaat. Sehingga, dia menilai penggolongan ganja sebagai narkotika tak memiliki bukti ilmiah sama sekali.

“Kenapa ganja dilarang dalam UU No 35 tahun 2009, padahal tidak ada satupun yang mendasari lahirnya undang undang tersebut. Tidak ada satupun dokumen yang dijadikan lampiran. Bahkan, golongan narkotika 1,2,3 tidak didasari oleh naskah akademik atau penelitian, sehingga hanya berdasarkan mitos,” kata Inang dalam sebuah diskusi menyambut Global Marijuana March 2016 di Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Inang, pemerintah te;ah membuat kekeliruan besar dalam menimbulkan persepsi mengenai ganja di masyarakat. Padahal, kata dia, ganja adalah sebuah tanaman, layaknya jahe dan herbal lainnya yang diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu.

“Dianggap membahayakan padahal kalau memang berbahaya mungkin separuh masyarakat Aceh sudah kena gangguan jiwa karena penggunaan ganja di Aceh sudah seperti membuat teh jahe. Tapi buktinya toh tidak terjadi yang demikian itu,” ujarnya menjelaskan.

Bahkan Inang berani menyebut bahwa ganja dapat mengobati berbagai penyakit seperti kencing manis, kanker getah bening, kanker payudara, dan cerebral palsy. Dia bersama gerakan Lingkar Ganja Nusantara juga telah mengajukan izin riset penelitian kepada Kementerian Kesehatan mengulik manfaat ekstrak ganja.

“Butuh waktu tiga tahun hingga mendapatkan persetujuan BPOM karena harus melewati sederet uji laboratorium, uji klinis terhadap binatang hingga ke manusia. Tapi kami tidak patah semangat karena hal ini bersifat urgen yang dibutuhkan mereka yang sedang sakit,” kata dia.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *