Sabtu , 17 November 2018
Home / Sumenep / “Pelangi di Sumenep” Wujud Keberagaman

“Pelangi di Sumenep” Wujud Keberagaman


Sumenep-, Pelangi di Sumenep, kalimat yang mewakili bahwa Kabupaten Sumenep dengan 126 Pulau tersimpan keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat. Wilayah yang berada di ujung timur Pulau Madura bisa dikatakan sebagai miniature kemajemukan Indonesia.

Untuk mewujudkan dan membuktikan bahwa Kabupaten Sumenep menjadi ibu pertiwi dari banyak suku, event bertajuk ‘Pelangi di Sumenep’ akan digelar dalam waktu dekat ini. Banyak warna suku, budaya dan kesenian yang akan ditampilkan.

Pengambilan tema ‘Pelangi di Sumenep’ sebagai perwujudan semua perbedaan harus berjalan beriringan tanpa lekang oleh waktu, dan bukanlah pelangi yang ada setelah turun hujan namun pudar setelah terbias matahari.

“Parade yang bertajuk ‘Pelangi di Sumenep’ ini bukanlah pelangi yang ada setelah turun hujan namun pudar setelah terbias matahari, melainkan mengenalkan budaya antar Suku yang ada di kota paling ujung timur Pulau Madura”, Ainul Anwar, Ketua Pelaksana.

Anwar menambahkan parade bertajuk ‘Pelangi di Sumenep’ yang akan diselenggarakan di lapangan Gotong Royong, Sabtu 17 November 2018 mendatang itu juga bertujuan untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan ditengah-tengah keragaman suku dan etnis di Madura.

Dalam rangkaian acara tersebut juga ada prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan deklarasi damai antar tokoh dari masing-masing suku dan etnis. Kesepakatan damai itu akan diabadikan menjadi sebuah monumen perdamaian di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi menuturkan, keragaman suku dan budaya di Kabupaten Sumenep menjadi salah satu nilai tawar dalam upaya peningkatan pembangunan daerah.

“Kami mendukung setiap kegiatan yang orientasinya demi pembangunan daerah. Upaya pelestarian seni budaya, persatuan antar suku dan etnis, tentu akan sangat membantu pemerintah daerah dalam setiap program pembangunan. Kondisi sosial kemasyarakatan yang hidup rukun meski berbeda adat-istiadat, menjadi faktor penting dalam menarik investor,” tuturnya.

Apalagi, tambahnya, sejak dulu, suku-suku dan etnis yang telah menetap di Sumenep juga turut serta membangun daerah baik melalui ekonomi maupun sektor yang lain, sehingga semua pihak memiliki kewajiban untuk menjaga keragaman tersebut.(Ris/red)

 

About focus

Lihat Juga

Polemik Honor FKMA Ke V Di Sumenep, LO Surati Bupati

Polemik honorarium Liasion Officer (LO) FKMA V masih berlanjut, Hari ini, Senin, 5 November 2018, …

Nahas, Satu Mahasiswa Di Sumenep Tewas Tenggelam Di Air Terjun Rubaru

Sumenep-, Seorang Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi swasta di Sumenep, Madura – Jawa Timur, tewas …

Dinkes Sumenep Hiasi Peringatan HKN Dengan Lomba Mural

Sumenep – Peringati hari kesehatan Nasional, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Madura menggelar lomba mural,  yakni yang …

INILAH UPAH BURUH PT GARAM YANG MEMILUKAN

Sumenep-, Buruh Harian Lepas yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara yakni PT. Garam dibayar …

Laka Lantas Di Sumenep, Pasangan Suami Istri Ini Tewas Di TKP

Sumenep-, Laka Lantas terjadi di Jalan Arya Wiraraja, Desa Pabian, Kecamatan Kota KM – 3, …

Miris, Event FKMA Yang Dibuka Jokowi Menyisakan Kesedihan Para LO

Sumenep-, Dibalik Kemeriahan acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean ke V yang digelar di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *