Rabu , 3 Maret 2021
Home / Nasional / Pasutri Dianiaya Diduga Gara-gara Ikut Wisata Pendukung Ahok

Pasutri Dianiaya Diduga Gara-gara Ikut Wisata Pendukung Ahok

Kepolisian Sektor Kembangan, Jakarta Barat, menerima laporan kasus penganiayaan yang diduga terjadi gara-gara korban ikut kegiatan yang diadakan oleh relawan pendukung calon gubernur dan wakil gubernur petahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Kepala Kepolisian Sektor Kembangan Komisaris Polisi Bungin Misalayuk mengonfirmasi adanya laporan kasus penganiayaan tersebut. Tapi, dia menegaskan latar belakangnya bukan gara-gara korban beda pilihan politik di pilkada.

“351. Tapi, itu jangan terlalu dibesar-besarkan. Itu murni kekeluargaan. Itu bukan seperti itu (urusan pilkada),” kata Bungin kepada Suara.com.

Bungin menekankan kasus tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan pilkada karena tidak ada rangkaian kampanye maupun atribut kampanye saat peristiwa terjadi.

“Ini jangan memperkeruhlah. Nggak ada rangkaian kegiatan kampanye, nggak ada timses. Itu bukan timses. Itu cuma dari pendukung,” kata Bungin.

Bungin berharap kasus ini jangan dikait-kaitkan dengan pilkada. Dia menginginkan pilkada Jakarta yang merupakan pesta demokrasi dapat berlangsung aman dan lancar.

Tapi menurut cerita relawan pendukung Ahok-Djarot yang tidak mau disebutkan namanya kepada Suara.com, kasus penganiayaan tersebut bermula ketika korban yang merupakan pasangan suami istri mengikuti kegiatan wisata religi. Kegiatan wisata religi ini diadakan oleh relawan pendukung Ahok sebagai tindak lanjut kebijakan Ahok ingin menjadikan Makam Mbah Priok sebagai destinasi wisata religi.

Destinasi yang dikunjungi, di antaranya Makam Mbah Priok dan taman Kalijodo yang baru saja diresmikan Ahok.

Dalam kegiatan tersebut, relawan membagi-bagikan souvenir berupa kerudung kepada peserta.

Setelah menerima souvenir, korban menge-share foto ke jejaring pertemanan. Rupanya, hal itu tidak disukai oleh anggota keluarga mereka yang bukan pendukung Ahok-Djarot.

“Ibunya dijorogin, terus suaminya digebukin,” kata relawan pendukung Ahok.

Sampai akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Kembangan pada Minggu (12/3/2017),

Relawan pendukung Ahok menyayangkan kejadian tersebut. Padahal, tujuan mereka membagi-bagikan kerudung di acara wisata religi untuk tujuan yang positif.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Surabaya-Madura

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi …

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Warga Sumenep Antusias Sambut Bakal Cawapres Nomor Urut Dua 2019

Sumenep-, Ribuan warga Sumenep, Madura – Jawa Timur antusias sambut kedatangan Cawapres Paslon nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *