Minggu , 28 Februari 2021
Home / Kesehatan / Obesitas Faktor Risiko Terbesar Penyebab Gagal Ginjal

Obesitas Faktor Risiko Terbesar Penyebab Gagal Ginjal

Pada tahun 2000-an, radang menjadi penyebab terbanyak munculnya penyakit ginjal kronik. Namun saat ini ada pergeseran penyebab timbulnya penyakit ginjal kronik tersebut, yaitu diabetes dan hipertensi.

Diabetes dan hipertensi merupakan penyakit yang dipicu oleh obesitas yang kini jumlahnya semakin meningkat di Indonesia. Menurut data WHO tahun 2014, sekitar 600 juta orang dewasa di dunia menderita obesitas, sementara anak-anak di bawah 5 tahun yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas mencapai 41 juta.

Tingginya jumlah penderita obesitas ini menunjukkan tingginya potensi penderita penyakit ginjal kronik di masa depan. Hal ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi yang membuat orang cenderung malas bergerak dan gaya hidup tidak sehat.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Dharmeizar, SpPD-KGH memaparkan, obesitas berhubungan dengan penyakit gagal ginjal karena tubuh mengalami perubahan ketika terjadi obesitas yang membuat penderitanya mudah terkena hipertensi dan diabetes.

Seperti diketahui kalau diabetes dan hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi timbulnya penyakit ginjal.

“Saat obesitas terjadi gangguan dari bermacam-macam zat di tubuh sehingga mudah terjadi radang,” ujar dr. Dharmeizar saat konferensi per peringatan Hari Ginjal Sedunia 2017: Penyakit Ginjal dan Obesitas di The Hermitage, Jakarta, Rabu, 8 Maret 2017.

Lebih lanjut dr. Dharmeizar menjelaskan, ada perubahan yang disebut dengan perubahan hemodinamik yakni ketika ginjal harus bekerja lebih keras menyaring dari begitu banyak massa otot yang bertambah.

Ginjal merupakan fungsi ekskretori dalam tubuh yang membuang zat tidak berguna dari tubuh. Jika berat badan berlebih atau obesitas, maka kerja otot dan metabolisme semakin banyak, kerja ginjal pun akan semakin berat.

Karena kerja yang semakin berat itulah bisa terjadi kerusakan yang disebabkan beban kerja ginjal bertambah. Itulah mengapa sangat penting untuk mencegah jangan sampai terjadi obesitas.

“Sekarang bukan lagi penyakit ginjal kronik karena diabetes dan hipertensi. Ada penelitian yang melakukan penghitungan dengan faktor yang telah disesuaikan, kemudian diabetes dan hipertensi tidak disertakan. Hasilnya tetap bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang independen,” imbuh dr. Dharmeizar.

Karena itulah penting untuk melakukan deteksi dini penyakit ginjal dengan cara  memeriksakan tekanan darah, mengukur kebocoran urine, dan tes fungsi ginjal. Bagi yang sudah menderita diabetes, merokok, harus memeriksakan setidaknya setiap tahun.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *