Senin , 1 Maret 2021
Home / Nasional / Novel Baswedan Diteror, Komnas HAM Tuduh Negara Abai

Novel Baswedan Diteror, Komnas HAM Tuduh Negara Abai

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai bahwa insiden penyiraman air keras oleh orang tak dikenal kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Selasa pagi tadi merupakan bentuk nyata dari negara yang abai. Terutama, terkait pengamanan para pejabat-pejabat penegak hukum khususnya yang menangani permasalahan korupsi.

Demikian menurut anggota Komnas HAM, Maneger Nasution. Ia mengatakan, ancaman yang diterima Novel Baswedan telah terjadi beberapa kali, sehingga sudah sepatutnya penjagaan terhadap penyidik senior KPK itu ditingkatkan.

“Saudara Novel bukan hanya kali ini mengalami kekerasan fisik. Bahkan, berdasarkan pengakuan keluarganya, sudah lima kali. Ini negara abai, karena ini berulang-ulang terjadi. Maka sekali lagi Komnas HAM mendorong agar polisi itu menjadi polisi negara, bukan polisi rezim,” kata Maneger di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, 11 April 2017.

Hak-hak dasar warga negara, lanjut dia merupakan tugas dari negara untuk melindunginya. Apalagi kejadian ini menimpa penegak hukum yang berjuang untuk memberantas korupsi yang ada di tanah air.

“Kalau tidak, itu berarti mereka sedang melakukan pengingkaran, dan karena dijelaskan bahwa tugas negara adalah melindungi hak dasar warga negara, itu tugas negara, dan kehadiran negara itu ditandai dengan bahwa organ negara itu berfungsi, untuk menyelidiki kasus ini sampai ke akar-akarnya,” kata Maneger

Menurut dia, publik sudah tak bisa dikelabui jika insiden ini merupakan buntut dari kasus-kasus korupsi yang merajalela di Indonesia. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Saya kira logika publik tidak bisa dibohongi, karena itu ada tugas dan fungsi dari pada kasus korupsi. Pandangan Komnas HAM negara abai untuk menjamin hak konstitusional warga negara, itu merupakan suatu hak untuk hidup, hak untuk rasa aman, hak untuk tidak diperlakukan secara kekerasan,” lanjut Maneger.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Surabaya-Madura

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi …

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Warga Sumenep Antusias Sambut Bakal Cawapres Nomor Urut Dua 2019

Sumenep-, Ribuan warga Sumenep, Madura – Jawa Timur antusias sambut kedatangan Cawapres Paslon nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *