Senin , 27 September 2021
Home / Nasional / MHSA : Ramadhan, AYO KEMBALI KE MUSHALLA

MHSA : Ramadhan, AYO KEMBALI KE MUSHALLA

Madura-, Menjelang bulan Ramadlan 2021 ini MH. Said Abdullah, Ketua Badang Anggaran DPR RI dengan cukup serius mencurahkan perhatiannya kepada program Gerakan Kembali ke Mushalla. Berbagai kegiatan ia lakukan di Kabupaten Sumenep Madura untuk mendukung gerakan tersebut, sejak dari pembentukan Kelompok Usaha Besama dengan para guru ngaji hingga pembagian 50 ribu takjil di mushalla-mushalla selama bulan Ramdlan.

Gerakan kembali ke Mushalla ini digagas oleh pria asli Madura ini karena ia prihatin dengan anak-anak dan pemuda yang kini mulai kecanduan gadget dan game online. Mereka asyik bermain hingga kecanduan dan kemudian malas untuk belajar mengaji dan berjamaah di mushalla. Saat adzan maghrib berkumandang, tidak sedikit dari anak-anak dan pemuda yang justru bergerombol di tempat-tempat yang memiliki sambungan wifi dan terkoneksi dengan internet.

Said bermimpi, suasana maghrib bisa kembali seperti dulu saat ia masih usia belia. Ketika adzan Maghrib berkumandang, rumah sepi dari anak-anak dan pemuda. Mereka berangkat ke mushalla untuk shalat berjamaah, belajar mengaji, menghafalkan rukun islam, rukun iman, dan nama-nama para nabi. “Ini penting sekali untuk menanamkan iman dan disiplin sejak dini, terutama shalat lima waktu. Kita saja yang dulu rajin ke mushalla terkadang masih suka abai pada shalat, apalagi yang pada saat maghrib justru asyik nongkrong dan main game online,” terangnya.

Sedikitnya ada tiga kegiatan yang ia lakukan untuk sedikit demi sedikit mewujudkan mimpinya tersebut. Diantaranya adalah memberikan insentif bulanan bagi ratusan guru ngaji yang tersebar di Kabupaten Sumenep. Insentif tersebut disalurkan melalui rekening para guru ngaji dan bisa dicarikan langsung setiap bulan melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Tidak hanya sampai disitu, Said juga menggagas terbentuknya Kelompok Usaha Bersama di kalangan para guru ngaji. Kelompok ini dibentuk di masing-masing kecamatan yang ada di kabupaten Sumenep. “Kemaren sudah mulai kita luncurkan di Kecamatan Bluto. Kami salurkan 20 ekor kambing sebagai modal usaha bersama bagi para guru ngaji. Selanjutnya, insyallah dalam waktu dekat secara bergilir akan segera dibentuk juga di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Sumenep,“ ujarnya.

Selain dua kegiatan tersebut, untuk mendorong Gerakan Kembali ke Mushalla ini Said juga akan membagikan 50 ribu takjil untuk masyarakat di Kabupaten Sumenep melalui para guru ngaji, khusunya untuk masyarakat yang tinggal di sekitar mushalla. Dengan kegiatan ini, para relawan diharapkan bisa berkomunikasi langsung dengan para orang tua agar bisa lebih intens berkejasama dengan para guru ngaji untuk mendidik anak-anaknya di Mushalla.

Said juga akan membagikan zakat mall nya melalui para guru ngaji di mushalla-mushalla yang tersebar di empat kabupaten yang ada di pulau Madura. Sejak dari kabapaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga kabupaten Sumenep.

Sementara itu untuk program jangka panjang demi mewujudkan gerakan ini secara berkesinambungan, Said mengaku harus menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan mumpuni dalam ilmu keagamaan. Oleh karenanya, saat ini ia mulai membangun sebuah pesantren di Kecamatan Manding Sumenep. Dari pesantren ini diharapkan mauncul para penghafal Alquran dan Ahli tafsir serta hadis. Nanti mereka akan diarahkan untuk bisa membina anak-anak muda di Sumenep agar lebih religius dan memiliki pamahaman keagamaan yang cukup dan sesuai dengan faham ahlussunnah waljamaah.

“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita menuruti keinginannya secara sangat longgar. Sebab bila tidak, masa muda mereka akan diisi dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Kita harus memastikan mereka mimilik bekal yang cukup berupa keimanan dan pemahaman keagamaan yang benar sesuai aqidah ahlussunnah waljamaah. Jangan sampai mereka belajar agama kepada orang yang salah, dan kemudian memiliki pemahaman yang tidak tepat terhadap agama. Bisa-bisa nanti mereka malah menjadi radikal dan memilih jalan kekerasan atas nama agama. Itu jangan sampai terjadi. Harus kita bina dan kita siapkan sejak dini. Dan pesantren ini, saya gagas dengan tujuan seperti itu,” pungkasnya. (laso)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

PANDEMI COVID-19, PT GARAM BERIKAN BANTUAN DANA KEMASLAHATAN UMAT

Senin (18/5), ditengah pandemi Covid-19 PT Garam (Persero) terus melakukan aksi sosial kepada masyarakat sekitar. …

Berbagi, PT Garam Gelontorkan 5000 Paket Sembako Dibeberapa Daerah

Sumenep-,  Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, PT Garam (Persero) melalui Badan Amil Zakat …

Kapolda Jatim OTT Bisnis Solar Illegal, 4 Nama Perusahaan Negara di Sumenep Ditengarai Terlibat

Sumenep -, Paska Operasi Tangkap Tangan Penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi yang di lakukan di …

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *