Sabtu , 6 Maret 2021
Home / Sumenep / Dianggap Merugikan, Warga Kepulauan Tolak Ekploitasi Migas

Dianggap Merugikan, Warga Kepulauan Tolak Ekploitasi Migas

Sumenep-, Warga Kepulauan Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, beserta rombongan aksi, datangi gedung DPRD Kabupaten Sumenep. dalam aksinya, mereka telah menolak PT.HCML yang selama ini dianggap telah menyesengsarakan para nelayan, pasalnya dalam eksploitasi migas di wilayahnya sudah tidak jelas. dalam eksploitasi dari PT.HCML tersebut tanpa adanya sosialisasi dan membuat para nelayan merasa dirugikan.

puluhan pendemo ini sangat mengecewakan pihak PT.HCML yang telah membuat resah para masyarakat, khususnya para nelayan yang ada di kepulauan gili raja. sebab, dalam kegiatan eksploitasi tersebut telah membuat rumpon para nelayan rusak parah. dalam hal tersebut juga PT.HCML sudah tidak jelas, dengan tanpa
adanya sosialisasi terhadap masyarakat, pihaknya langsung melakukan kegiatan di wilayah perairan kepulauan gili raja.

salah seorang koordinator lapangan, Syahrul gunawan, pihaknya mengaku kecewa terhadap pihak perusahaan yang telah membuat para nelayan rugi hingga mencapai kisaran ratusan juta rupiah. sedangkan pihak perusahaan melakukan kegiatan tanpa adanya sosialisasi terhadap masyarakat kepulauan, pihak perusahaan hanya melakukan sosialisasi terhadap kepala desa dengan cara lisan tanpa adanya peran serta dari masyarakat, hal tersebut
disinyalir hanya melibatkan satu atau dua orang dari warga kepulauan.

“saat ini sudah 40 rumpon milik nelayan yang sudah rusak akibat kegiatan dari PT.HCML, maka kami sebagai koordinator lapangan aksi ini, meminta kepada pihak perusahaan agar mengganti semua kerusakan rumpon milik para nelayan karena adanya eksploitasi migas tersebut. dan juga pihak perusahaan tidak jelas melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak dilibatkan dalam adanya kegiatan eksploitasi migas dari PT.HCML ,”ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Abdul Hamid Ali Munir, waki ketua komisi 1 DPRD sumenep, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan, dan akan melakukan pertemuan. sehingga apa yang dikeluhkan dari masyarakat kepulauan tersebut segera teratasi, agar warga kepulauan bisa mendapatkan ganti rugi dan juga bisa dilibatkan dalam adanya kegiatan eksploitasi migas tersebut.,”imbuhnya

para pendemo yang melakukakan aksi tidak puas dalam pernyataan wakil ketua komisi 1 DPRD Sumenep, dan melanjutkan aksinya di depan Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumenep, tidak lama kemudian, para pendemo membubarkan dirinya dengan tertib, dan berjanji akan terus mengawal kegiatan tersebut sampai tuntas.(faris/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *