Senin , 1 Maret 2021
Home / Hukum / Menilisik Kuda Hitam Disperindag Sumenep Pada Jual Beli Kios Bangkal

Menilisik Kuda Hitam Disperindag Sumenep Pada Jual Beli Kios Bangkal

Sumenep – Disinyalir ada transaksi jual beli kios baru, di pasar Bangkal Sumenep Madura, menjadi sorotan beberapa kalangan masyarakat Sumenep, pasalnya kios tersebut merupakan program pemerintah daerah bagi pedagang yang terdampak relokasi dari taman Adipura.

Dalam persoalan tersebut, Pemkab Sumenep melalui Disperindag merupakan penanggungjawab anggaran, sekaligus lembaga pemerintah yang mengelola jalannya kios baru di pasar Bangkal ini, sangat tidak profesional, dengan arti diduga kepala dinas Disperindag Sumenep masih menggunakan tangan oknum non dinas untuk mengelola kios baru tersebut, sehingga disinyalir oknum tersebut bebas mengkomersilkan program pemerintah, yang seharusnya gratis.

Hal tersebut dituturkan oleh LSM Formatif,  Fadal, dimana menurutnya banyak kejanggalan yang terjadi di kios baru  Bangkal Sumenep, dimana menurutnya ada oknum non dinas, yang dipercaya langsung oleh kepala Disperindag Sumenep yang melakukan perbuatan menyimpang, yakni menjual sejumlah kios baru tersebut.

Selain itu Fadal sangat menyayangkan sikap Disperindag, yang terkesan enggan di kritik, sehingga merasa kebal sanksi dari pimpinan nya, terbukti hingga detik ini, praktek jual beli kios baru masih berlangsung, bahkan penghuni kios Bangkal yang lama diabaikan, dengan alasan kios baru tersebut diprioritaskan bagi PKL yang direlokasi dari taman Adipura, namun menurutnya jumlah PKL yang dari taman Adipura tidak begitu banyak, sehingga tidak mengganggu ke penghini kios Bangkal yang lama.

” Disperindag Sumenep gak bisa kerja ya, buktinya itu masih pakai oknum non dinas, ya hasilnya seperti ini, jadi sebaiknya ada tindakan tegas dari kepala daerah Sumenep, karena dalam persoalan ini ada oknum-oknum dinas dan non dinas yang bermain untuk memperoleh keuntungan pribadi “, ungkap Fadal.

Fadal juga menambahkan bahwa berdasarkan pengamatannya, bahwa pada pembangunan kios baru tahap I, yang diperuntukan bagi pedagang sepeda ontel, ada beberapa kios malah dibuat warung, yang diantaranya beberapa warung tersebut mengaku menyewa kios dengan tarif tinggi ke oknum non dinas tersebut.

” saya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak yang berwenang dalam kasus kios baru Bangkal ini, karena dalam kasus tersebut ada praktik pungutan liar untuk memperkaya diri sendiri, yang alurnya dari oknum non dinas ke Diaperindag Sumenep “, pungkas Fadal.

Sementara itu terkait kasus jual beli kios baru Bangkal, pihak Disperindag Sumenep tidak dapat dikonfirmasi, baik melalui akses komunikasi apa pun. (ROS/red)

 

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *