Jumat , 5 Maret 2021
Home / Lifestyle / Mengenal Lebaran Ketupat

Mengenal Lebaran Ketupat

Dito Alif Pratama dalam artikelnya “Lebaran Ketupat dan Tradisi Masyarakat Jawa” mengungkapkan masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali Lebaran, pertama adalah Idul Fitri 1 Syawal dan kedua adalah Lebaran Ketupat pada 8 Syawal setelah puasa sunah enam hari Syawal.
Lebaran Ketupat pertama kali dikenalkan Sunan Kalijaga. Saat itu, Sunan Kalijaga menggunakan dua istilah, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran adalah perayaan Idul Fitri yang diisi dengan shalat Id dan silaturahim.

Sementara, Bakda Kupat dilakukan tujuh hari setelahnya. Masyarakat kembali membuat ketupat untuk diantarkan kepada sanak kerabat sebagai tanda kebersamaan. Tradisi ini juga tetap lestari di komunitas Muslim Jawa di berbagai daerah, seperti Muslim di Kampung Jawa Todano di Minahasa.

Tradisi mengantarkan makanan ini juga teradapat di Motoboi Besar, Sulawesi Utara, dan Bali. Muslim Bali atau Nyama Selam (saudara yang beragama Islam) melakukan tradisi ngejot, yakni mengantarkan makanan ke tetangga menjelang Idul Fitri. Umat Hindu juga akan melakukan tradisi serupa saat hari raya Nyepi atau Galungan.

Di laman resmi panduan wisata Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dijelaskan sejak abad ke-15 di Gorontalo, terdapat festival Tumbilotohe. Tumbilo yang berarti memasang dan tohe yang berarti lampu dilakukan masyarakat setempat di rumah-rumah.

Dahulu, lampu dinyalakan menggunakan getah damar atau pohon lainnya. Lampu-lampu dinyalakan tiga hari menjelang Idul Fitri untuk memudahkan distribusi zakat fitrah oleh masyarakat sebab saat itu penerangan masih sangat minim. Saat ini, Tumbilotohe sudah menggunakan lampu yang dinyalakan dengan minyak.(Republika.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan …

5 Pemikiran Gila Bob Sadino yang Bisa Memotivasi Anda Untuk Sukses

Lifestyle- Pemikiran gila Bob Sadino kerap mempengaruhi banyak orang dalam dunia wirausaha. Bagaimana tidak, pemikirannya …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Inilah Potret Blusukan Ala Nia Kurnia Fauzi

Sumenep-, Siang itu dengan cuaca yang panas menyengat, Nia Kurnia Fauzi, Istri orang nomor dua …

Festival Batik Abaikan Keindahan Taman Adipura Sumenep

Sumenep – Pagelaran Festival Batik On The Street menyisakan pemandangan yang tidak enak, hal tersebut dibuktikan …

Dunia Pariwisata Sumenep Menjadi Primadona Bagi Wisatawan Asing

Sumenep – Kunjungan ratusan wisatawan asing ke Kabupaten Sumenep mulai menggeliat, terbukti pada trip ke dua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *