Minggu , 28 Februari 2021
Home / Nasional / Mendag Berharap Harga Minyak Goreng Curah Turun

Mendag Berharap Harga Minyak Goreng Curah Turun

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, memanggil semua pemilik perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak sawit untuk menanyakan komitmen mereka menyediakan kebutuhan minyak goreng nasional. Langkah ini sebagai bentuk terobosannya agar harga minyak goreng stabil.

Enggar meminta para produsen minyak goreng membanjiri pasar ritel modern dengan minyak goreng kemasan sederhana, sehingga diharapkan harga minyak goreng curah di pasar tradisional segera turun harga menjadi Rp10.500 per liter. Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng Rp11 ribu per liter untuk kemasan sederhana, dan Rp10.500 per liter untuk curah.

Sejumlah CEO perusahaan perkebunan sawit dan produsen minyak goreng hadir dalam acara ini, seperti Franky Widjaja dari Sinar Mas, Fransiskus Welirang dari Indofood, Peter Sondakh dari Rajawali, dan perwakilan perusahaan sawit lainnya seperti Asian Agri, Wilmar, Astra Agro Lestari, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit.

“Harga minyak goreng sudah mulai turun, namun belum menyeluruh di seluruh Indonesia, hingga ke pasar tradisional, mencapai harga yang ditetapkan pemerintah. Saya minta pemilik perkebunan sawit, dan produsen minyak goreng ikut menjaga kesepakatan harga minyak goreng curah yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Enggar di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta pada Senin, 17 April 2017.

Sejak ditetapkannya HET, harga rata-rata nasional minyak goreng curah per 13 April sebesar Rp11.512 per liter atau turun 3,37 persen dari harga rata-rata nasional Maret yang mencapai Rp11.914 per liter.

Di sejumlah daerah harga minyak goreng curah bahkan berada di bawah Rp10.500 per liter. Hal itu terjadi di Kendari, Palangkaraya, Medan, dan Palembang.

Sedangkan di beberapa wilayah, seperti di Gorontalo, Jayapura, dan Manokwari harga masih cukup tinggi di kisaran Rp13 ribu-Rp14 ribu per liter.

Sementara tercatat kebutuhan minyak goreng kemasan sederhana per bulan ada sekitar 9,22 juta liter, yang sebelumnya akan dipenuhi dari Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia 2,10 juta liter, dan Asosiasi Industri Minyak Makanan Indonesia 1,8 juta liter (menyesuaikan dengan kapasitas packing line).(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

SENAPATI NUSANTARA Desak Pemerintah Segera Tetapkan Hari Keris Nasional, Ini Kata Tokoh Keris di Negeri Para Empu

Jakarta-, Paguyuban Senapati Nusantara bersama Kemendikbud berharap dan mendukung Pemerintah dalam waktu dekat untuk menetapkan …

LHKPN Kepala Daerah Jatim Diperiksa KPK, LSM Gasak : Jangan Sampai ada Atasnama dan Persoalan Lama Wajib Diproses

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan dalam sepekan ini akan melakukan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …

KPK Tangkap Tangan 6 Hakim dan Panitera PN Jaksel

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penegak hukum. …

Ini Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gempa Surabaya-Madura

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi …

Mendikbud dukung usulan Senapati Nusantara soal Hari Keris Nasional

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendi menerima audiensi Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji …

Warga Sumenep Antusias Sambut Bakal Cawapres Nomor Urut Dua 2019

Sumenep-, Ribuan warga Sumenep, Madura – Jawa Timur antusias sambut kedatangan Cawapres Paslon nomor urut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *