Kamis , 25 Februari 2021
Home / Sumenep / Masegit Laju, Masjid Tertua di Sumenep

Masegit Laju, Masjid Tertua di Sumenep

Masjid Al-Mukmin atau Masjid Laju Sumenep

Sumenep-, Masjid Al-Mukmin Sumenep atau yang lebih dikenal sebagai Masegit Laju menjadi masjid tertua di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Masegit laju yang dalam bahasa Indonesia Masjid Lama terletak di Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep atau di depan Rumah Dinas Bupati. Masjid ini dibangun oleh Raden Aryo Pangeran Anggadipa pada tahun 1626 hingga 1644. Bahkan Masegit Laju juga merupakan bukti berkembangnya Islam di kabupaten paling ujung timur Pulau Madura.

Pintu masuk Masjid

Sampai saat ini kondisi bangunan masih terjaga keasliannya, seperti halnya bangunan menara masjid yang dahulu digunakan untuk tempat adzan. Termasuk prasasti yang masih menempel di dinding bangunan masjid bertuliskan aksara jawa.

Selain itu, bentuk bangunan masjid juga masih terlihat kokoh dengan 4 pilar penyangga. Terdapat juga jendela yang berukuran besar dan pintu masuk masjid yang berjumla tiga buah menunjukkan keaslian bangunan tersebut.

“Masjid ini dibangun oleh Raden Aryo Pangeran Anggadipa pada tahun 1626 hingga 1644, konon ceritanya,” Jelas R. Hasan Busri, Pengurus Masjid Laju.

Prasasti Kuno yang masih menggunakan aksara jawa

Hasan menjelaskan, dalam sejarahnya Masegit Laju ini dibangun dengan cara Raden Aryo Pangeran Anggadipa menepuk tanah sebanyak tiga kali, dan disaat itu pula masjid tersebut berdiri.

“Masjid ini lebih dikenal dengan sebutan masjid laju oleh masyarakat karena memang masjid ini merupakan masjid terlama berdirinya, bahkan masjid ini usianya lebih tua 100 tahun dengan Masjid Agung Sumenep atau Masjid Jamik,” ungkapnya.

Menara Masjid yang dulu digunakan untuk Adzan

Dengan sejarah yang dimiliki Masegit Laju menjadi daya tarik pecinta sejarah masalalu, karena tersimpan peradaban Islam di Bumi Sumenep.

Hingga saat ini, Masegit Laju atau Masjid Al-Mukmin tetap digunakan oleh masyarakat Sumenep termasuk dari luar daerah untuk menunaikan sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan. (Ris/Sup)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *