Minggu , 28 Februari 2021
Home / Sumenep / Mahasiswa Universitas Trunojoyo Sulap Daun Sirih Menjadi Handsanitizer

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Sulap Daun Sirih Menjadi Handsanitizer

Sumenep-, Covid-19 Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan menurut Gugus Tugas Percepatan Penenganan Covid-19 Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga 16/07/2020 kasus positif Virus Covid-19 mencapai 157. Sedangakan kasus di pulau Talango pada tanggal 27 Mei lalu dinyatakan positif covid-19. Maka dari itu perlu adanya upaya pencegahan agar virus covid-19 tidak semakin menyebar.

Dampak pandemi Covid-19 tidak menghalangi terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat.

Seperti yang sudah diselenggarakan oleh LPPM Universitas Trunojoyo Madura. Namun kegiatan pengabdian masyarakat saat ini berbeda dengan kegiatan pengabdian masyarakat pada umumnya, kegiatan pengabdian masyarakat saat ini lebih banyak melaksanakan program kerja dirumah guna menekan penyebaran Covid-19.

Maka dari itu mahasiswa harus mempunyai inovasi agar bisa berkontribusi dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran covid-19. Berangkat dari ide kreatif mahasiswa kelompok 102 pengabdian masyarakat satagas Covid-19 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep yang didampingi oleh Farid Ardyansyah,S.E.,M.M. selaku dosen pembimbing.
Kali ini yang menjadi ide kreatif salah satu mahasiswa pengabdian masyarakat satgas Covid-19 adalah pembuatan handsnitizer dari bahan herbal daun sirih. Alasan utama pembuatan handsanitizer karena sangat dibutuhkan ditengah pandemi virus corona covid-19. Pemilihan daun sirih sendiri karena di Desa Cabbiya banyak ditumbuhi daun sirih selain itu sejak dulu daun sirih dipercaya sebagai bahan herbal yang mengandung antiseptik dan etanol.
Mahasiswa membuat handsanitizer dengan memanfaatkan bahan herbal disekitar (daun sirih). Dengan pengolahan yang baik dan benar, daun sirih mampu menjadi handsanitizer tanpa bahan alcohol dan praktis bagi kehidupan sehari-hari. Setiap keluarga bisa membuatnya sendiri dirumah tanpa harus membeli di apotek atau toko yang kini stoknya sedkit dan harga yang sangat mahal.
Proses pembuatannya cukup mudah, yakni daun sirih di cuci bersih lalu dikeringkan stelah itu potong daun sirih berbentuk kecil-kecil kemudian rebus hingga mendidih stelah mendidih lalu rendam, lakukan proses steam pada air yang telah dicampur dengan daun sirih. Gunakan api kecil pada proses steam selama 30 menit terakhir saring hasil steam masukkan ke botol, handsanitizer ekstrak daun sirih siap digunakan.
Handsanitizer tersebut nantinya akan dibagikan ditempat-tempat umum yang ada di Desa Cabbiya seperti Masjid dan Musollah. “Kelebihan dari handsanitizer ini selain bahan yang mudah didapat proses pembuatannya juga sangat mudah jadi bisa dibuat dirumah tanpa harus beli mahal-mahal.” ujar Khairani, Kelompok KKN102 UTM.

Kegiatan pengabdian msyarakat di Desa Cabbiya bekerjasama dengan Kepala Desa dan juga Perangkat Desa dalam program kerja pembagian handsanitizer di tempat umum Desa Cabbiya. “Bagus itu ide yang kreatif, selain bermanfaat untuk anti septik bahannya di mudah ditemui di Desa ini ” tutur bapak Rahmad selaku kepala Desa Cabbiya.
Saya harap dengan pembagian handsanitizer di Desa Cabbiya akan membuat masyarakat Cabbiya lebih peduli terhadap bahaya covid-19 dan disiplin mengikuti protocol kesehatan” sambungnya.(Pul/red)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *