Rabu , 16 Juni 2021
Home / Kesehatan / Maag Bukan Alasan Untuk Tidak Puasa

Maag Bukan Alasan Untuk Tidak Puasa

images

Bahkan dalam kondisi tertentu, puasa bisa menyembuhkan penderita maag.

Maag kini menjadi penyakit yang jamak diderita kaum urban. Faktor stres, pola makan tak teratur hingga konsumsi makanan yang tak sehat lagi kurang hiegenis menjadi pemicunya.

Namun menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni kondisi ini bukan menjadi halangan untuk berpuasa. Ia mengatakan, penderita maag ringan justru akan mendapatkan manfaat yang begitu besar bagi kesehatannya saat berpuasa.

“Sakit maag kan ada tingkatannya. Kalau sifatnya ringan, apalagi yang hanya dipengaruhi oleh stres, puasa justru kesempatan dia untuk sembuh,” ujar Andi pada temu media yang dihelat Promag beberapa waktu lalu.

Agar puasa membuahkan manfaat bagi penderita maag, Ia pun menyarankan agar saat berbuka tidak langsung mengonsumsi makanan dan minuman dalam porsi besar.

“Dimulai dari konsumsi air putih lalu makanan lunak yang porsinya kecil saja seperti takjil. Lalu setelah solat baru ambil makanan utama tapi juga jangan langsung porsi besar. Cicil saja sedikit-sedikit,” imbuhnya.

Begitu puka dengan sahur. Menurutnya, pesan utama pengendalian diri saat berpuasa memiliki efek yang berarti bagi keesehatan lambung.

“Kalau maag-nya termasuk sedang harus dikonsultasikan ke dokter. Obat-obatan yang diberikan bisa dikonsumsi saat sahur, buka, atau keduanya,” imbuhnya.

Sementara pada kasus maag yang berat disertai mual hebat hingga muntah darah, Ia memang menyarankan agar pasien tak memaksakan diri untuk berpuasa. Hal ini dikhawatirkan dapat memperparah kondisi pasien.

“Kalau kondisinya sudah parah maka harus diobati dulu. Prinsipnya memang maag bukan halangan untuk berpuasa. Tetapi memang harus dilihat dulu kondisi maagnya seperti apa,” tambahnya.

Selain itu Ia juga mengingatkan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita maag. Beberapa diantaranya adalah keju, cokelat, permen mint, rokok, kopi, dan teh. Hal ini disebabkan sifat beberapa makanan tersebut yang asam sehingga dapat memperparah kondisi asam di lambung.

“Di dalam lambung kan sudah asam, jadi kalau ditambah makanan yang asam lagi jadi semakin parah asamnya. Tetapi bukan mutlak dilarang, namun sebaiknya dihindari,” imbuhnya.

Agar bugar selama berpuasa, Ia merekomendasikan penderita maag untuk tidak terlalu kenyang saat mengonsumsi apapun. Lebih baik mengonsumsi makanan berkali-kali namun dalam porsi yang kecil sehingga tidak membebani kerja lambung.(suara.com)

 

About focus

Lihat Juga

Pentingnya Ruang Keluarga untuk Hubungan Orangtua dan Anak

Ruang keluarga merupakan bagian terpenting yang berdampak langsung terhadap suasana hati, dan kedekatan hubungan keluarga. …

Apa Bedanya Antara Hepatitis B dan C?

Penyakit hepatitis tentu tak asing lagi di telinga. Namun, penyakit hati ini terdiri dari berbagai …

Kandungan dalam Kopi Ini Bikin Anda Berumur Panjang

Tahukah Anda, ada satu keuntungan tak terduga dari secangkir kopi yang diminum di pagi hari. …

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Sarapan adalah makanan yang paling penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Ini penting karena seseorang harus …

Apa Manfaat Anak Ikut Lomba “17 Agustusan”? Ini Kata Psikolog

Selain upacara bendera, kegiatan yang identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah perlombaan. Mulai …

Risiko Penularan Hepatitis B ke Anak Masih Tinggi

Indonesia masih diintai virus hepatitis. Meski angka kejadian hepatitis di Indonesia dilaporkan menurun, masyarakat diimbau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *