Rabu , 3 Maret 2021
Home / Lifestyle / Ketahui Proses Pembuatan Kain Jumputan

Ketahui Proses Pembuatan Kain Jumputan

Salah satu dari keberagaman wastra Nusantara yang dimiliki Indonesia adalah kain dengan teknik jumputan. Sudah sejak lama kain ini menjadi favorit para pencinta kain Nusantara setelah batik dan tenun.

Untuk proses pembuatannya, Neneng Iskandar, pakar kain sekaligus pengurus Himpunan Wastra Prema menuturkan, kain ini diikat kencang di beberapa bagian, lalu dicelupkan pada pewarna. Tak heran bila wastra Nusantara ini biasa disebut kain jumputan ikat celup.

Membuat jumputan bisa di atas bahan apa saja, seperti sutra, mori prima, dan blacu. Hanya saja, pastikan kain yang digunakan dalam keadaan bersih dan motif sudah ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakan tali atau karet yang diikat sangat kencang.

Kemudian, kata dia, rebus air hingga mendidih dan campurkan pewarna dan penguat dalam satu kemasan. Tambahkan dua sendok garam dan cuka secukupnya sambil diaduk hingga merata. Selanjutnya, basahi kain yang telah diikat dan dibuat motif dengan air bersih.

“Lalu, celupkan seluruh bagian kain pada cairan berwarna yang mendidih tersebut,” ujar dia kepada VIVA.co.id saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 16 Maret 2017.

Setelah itu, dia menuturkan, aduk rata kain tersebut sekitar 20-30 menit agar warna merata dan kuat. Anda pun bisa mencelupkan berkali-kali sesuai jumlah warna yang dikehendaki.

Setelah proses pewarnaan selesai, angkat kain dan bilas dengan air bersih dan dingin. Bukalah ikatan pada kain sambil ditiriskan dan dijemur.

“Setelah kain dicelup berkali-kali, Anda bisa mengangkatnya, lalu tiriskan dan dijemur. Setelah kering, kain bisa disetrika,” ujarnya.(viva.co.id)

 

About focus

Lihat Juga

Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan …

5 Pemikiran Gila Bob Sadino yang Bisa Memotivasi Anda Untuk Sukses

Lifestyle- Pemikiran gila Bob Sadino kerap mempengaruhi banyak orang dalam dunia wirausaha. Bagaimana tidak, pemikirannya …

Perempuan Keris : Saya Masih Akan Menjadi ‘Perempuan’ Di Garis Tepi Melawan Batas Wajar

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ya, Raden Ajeng Kartini adalah …

Inilah Potret Blusukan Ala Nia Kurnia Fauzi

Sumenep-, Siang itu dengan cuaca yang panas menyengat, Nia Kurnia Fauzi, Istri orang nomor dua …

Festival Batik Abaikan Keindahan Taman Adipura Sumenep

Sumenep – Pagelaran Festival Batik On The Street menyisakan pemandangan yang tidak enak, hal tersebut dibuktikan …

Dunia Pariwisata Sumenep Menjadi Primadona Bagi Wisatawan Asing

Sumenep – Kunjungan ratusan wisatawan asing ke Kabupaten Sumenep mulai menggeliat, terbukti pada trip ke dua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *