Selasa , 2 Maret 2021
Home / Hukum / Kepala UPT Puskesmas Gili Genting Diduga Tikung Istri Orang

Kepala UPT Puskesmas Gili Genting Diduga Tikung Istri Orang

Sumenep – Diduga melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap istri salah satu warga di Kecamatan Gili Genting, Sumenep, Madura, yang dilakukan oleh kepala UPT Puskesmas Gili Genting Sumenep, Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, terhadap istri salah satu warga di Kecamatan Gili Genting, sejumlah element masyarakat dan sang suami mengecam perbuatan tersebut dan melaporkan perbuatan tersebut ke Dinkes Sumenep.

Atas perbuatan Kepala UPT Puskesmas Giligenting tersebut, beberapa waktu yang lalu sang suami beserta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Giligenting menggeruduk Kepala UPT Puskesmas Giligenting, sebagai sikap tidak terima atasperbuatan Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, terhadap istrinya, hal tersebut menurut sang suami, dibuktikan dengan pesan Whatsapp mesra dari Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, kepada istrinya.

Sementara itu menurut tokoh pemuda Giligenting, Saiful Puja, bahwa menilai perbuatan seorang abdi negara, yakni Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, sebagai kepala UPT Puskesmas Giligenting sangat menciderai ukhuwah Islamiyah di pulau Giligenting, karena dari kesekian pejabat Puskesmas, baru kali ini melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap masyarakat kami, sehingga menurutnya perlu rasanya pemangku kebijakan di Kabupaten Sumenep Madura, untu memberikan sanksi tegas dan membina yang bersangkutan, karena khawatir nanti di daerah lain dapat mengulangin perbuatanya kembali.

“ pimpinan Pemkab Sumenep harus memberikan sanksi tegas serta pembinaan, karena nanti kalua mengulanginya kembali bagaimana?, dan sejak dulu baru kali ini terjadi kasus pelecehan erhadap keharmonisan keluarga orang lain “, terang Saiful Puja.

Menanggapi persoalan tersebut, Kasubag Kepegawaian Dinas Kesehatan Sumenep, Nur Insan, saat dihubungi via telephone, membenarkan atas laporan warga terkait tuduhan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kepala UPT Puskesmas Giligenting, yang menurutnya pihaknya didatangi oleh sang suami korban serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Giligenting, tentang aduan perselingkuhan , yakni dengan membawa bukti pesan Whatsapp mesra dari Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, ke istrinya, sehingga pihaknya akan memproses pengaduan/laporan masyarakat tersebut dengan cepat, dan akan melaporkan nya ke pimpinan Pemkab Sumenep.

“ benar ada yang melaporkan Kepala UPT Puskesmas Giligenting, dan saya berkeyakinan bahwa yang turut melapor ini adalah Suami yang bersangkutan sendiri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, sehingga laporan tersebut tidak main-main, dan akan kami proses dengan professional “, ungkap Nur Insan.

Selain itu Nur Insan menambahkan bahwa pelapor serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Gili juga menuntut agar Kepala UPT Puskesmas Gilienting, Imam Mudhari, SKM, MM.Kes, untuk dimutasi dengan segera dan diberi sanksi seberat-beratnya, karena dinilai telah melanggar norma asusila dan norma agama di Kecamatan Giligenting dan meresahkan masyarakat.(ROS/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *