Selasa , 18 Februari 2020
Home / Hukum / Kapolda Jatim OTT Bisnis Solar Illegal, 4 Nama Perusahaan Negara di Sumenep Ditengarai Terlibat

Kapolda Jatim OTT Bisnis Solar Illegal, 4 Nama Perusahaan Negara di Sumenep Ditengarai Terlibat

Sumenep -, Paska Operasi Tangkap Tangan Penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi yang di lakukan di Kecamatan Blega Bangkalan Madura, beberapa waktu yang lalu, menyusul pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur yang menyatakan bahwa bisnis minyak licin tersebut selama ini dikonsumsi oleh dua perusahaan yang berlabel kan plat merah (BUMN dan BUMD) yang berdomisilikan di Kabupaten Sumenep, Madura.

Hal tersebut semakin memperjelas bisnis gelap yang mengindikasikan keuntungan pribadi yang dapat dijerat dengan turut serta merugikan negara dengan menyelewengkan subsidi BBM solar yang dimanfaatkan untuk kegiatan industri dengan skala besar, yakni seperti penggunaan atas BUMD Kabupaten Sumenep yang bergerak di bidang usaha jasa transportasi laut di Kabupaten Sumenep, yang diketahui selama ini mengkonsumsi sebanyak 16.000 liter per pembelian.

Sementara PT Pundi Kencana selama ini mengkonsumsi sebanyak 5000 liter di setiap pembeliannya dan Pegaraman I ( PT Garam) yang juga selama satu tahun belakangan ini membeli 5000 liter solar subsidi ,serta juga PT Dharma Dwipa yang tercatat menkonsumsi sebanyak 10.000 liter solar di setiap transaksi pembeliannya.

Sebelumnya Polisi mengendus adanya pelanggaran yang mengakibatkan kerugian negara, sehingga pada 19 November sebelumya, polisi menyelidiki dan mendapati tiga unit tangki duduk warna hitam berisi solar di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Tiga tangki itu ternyata milik PT Pelita Petrolium Indonesia (PPI) cabang Sumenep dengan kepala cabang berinisial M.

Dari hasil penyelidikan diketahui, solar-solar itu disimpan PPI tanpa dokumen lengkap. BBM itu dibeli PPI dari PT Jagad Energi dengan harga Rp5.700 per liter di luar PPn. PPI kemudian menjualnya kembali ke perusahaan-perusahaan lain di Sumenep.

Untuk sementara ini, tercatat ada enam nama orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka adalah pembeli solar/bio solar berinisial T, sopir truk berinisial S,  kernet truk berinisial KA, dua pengawas SPBU berinisial N dan MNW, dan operator SPBU berinisial MS.

“Ada dua truk dimodifikasi dikhususkan untuk pengisian,” kata Kepala Polda Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan di Bangkalan, Rabu, 11 Desember 2019.

Dia menjelaskan, para tersangka melancarkan bisnis ilegalnya setahun terakhir. Dalam seminggu, para tersangka memborong solar dan bio solar sebanyak tiga kali. Sekali membeli sebanyak 15 ton. “Jadi, dalam satu minggu ada 45 ton, kurang lebih ada 2.160 ton selama setahun,” ujar Luki.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera membenarkan bahwa dua perusahaan yang membeli solar ke tersangka ialah perusahaan berpelat merah, yakni BUMD Sumekar dan Pegaraman 1. “Iya, Pegaraman 1 (itu PT Garam),” katanya.(yad)

 

About Focus Madura

Lihat Juga

Gaduh PT Sumekar Line, Komisi II DPRD Tantang Bupati Seleksi Ulang

  Sumenep – Polemik berkepanjangan terkait proses penyeleksian direksi PT Sumekar Line, yang merupakan salah …

VIRAL!!! Diduga Kuat Seorang Kadis Pemkab Sumenep Digerebek Istri Sendiri

Sumenep –  Salah satu Pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sumenep membuat geger media sosial, pasalnya …

Kekerasan Terhadap Jurnalis Kompas TV, KJS Desak Polres Sumenep Segera Usut Tuntas

Sumenep-,  Setelah dilaporkan ke Mapolres Sumenep beberapa waktu yang lalu,  Komunitas Jurnali Sumenep (KJS) kembali mendatangi …

Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan PT EML Jalan Ditempat, Busyro Muqaddas : Polisi Gandeng KPK Saja

Sumenep – Penanganan kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilaporkan oleh beberapa warga Sumenep terkait dugaan …

Diduga Jadi Penadah Curanmor, Polisi Bekuk PNS Sumenep

Sumenep- Kepolisian Resort Sumenep berhasil membekuk seorang PNS di lingkungan kerja Pemkab Sumenep, lantaran SHTN (inisial) …

Kuasa Hukum Sunto Kecam Polres Sumenep

Sumenep – Pada Senin 10 Desember kemarin, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/17/XII/2018/Jatim/Res Sumenep/Sek Srg, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *