Selasa , 18 Februari 2020
Home / Jurnalis Masyarakat / Kadar Oksigen Terbaik di Pulau Giliyang

Kadar Oksigen Terbaik di Pulau Giliyang

Sumenep-, Berada di daerah atau tempat dengan kadar oksigen terbaik tentu sangat menyenangkan bukan? Nah bila Anda berpikir tempat tersebut hanya berada di luar negeri, itu salah. Sebab, di Indonesia tepatnya di Pulau Giliyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pulau Giliyang merupakan salah satu pulau di Sumenep yang diklaim memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania.

Pulau ini memiliki udara yang sangat segar karena penghuninya yang jarang menggunakan kendaraan bermotor dan tidak menyebabkan polusi udara. Sehingga pulau Giliyang terbebas dari pencemaran udara.

Banyaknya wisatawan baik lokal maupun manca negara membuat pemerintah dan masyarakat sekitar menjadikannya sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sumenep yang sangat disarankan.

Pemerintah juga memberikan fasilitas seperti penginapan dan tempat memancing di sekitar tempat yang menghasilkan oksigen tersebut. Tidak hanya itu, penduduk di pulau ini sangat ramah, mereka bahkan memberikan sarapan untuk tamu yang menginap di rumah mereka.

Banyak hal yang didapat bila berkunjung ke pulau tersebut. Misalnya selain berwisata, mereka yang mengalami penyakit sesak nafas, jantung dan flu jika berdiam selama beberapa menit di titik oksigennya dapat membuat kelonggaran pada pernafasan sebab kadar oksigennya yang sangat besar.

Masyarakat di Giliyang menyebut pulau mereka sebagai Pulau Awet Muda, mengapa demikian?, karena penghuni di tempat tersebut meskipun banyak yang sudah lanjut usia, tetapi mereka masih sehat tidak seperti sebagian besar orang lanjut usia di perkotaan. Usia rata-rata penghuni di pulau ini sendiri mencapai 80 hingga 100 tahun.

Sebagai warga Indonesia terutama warga Sumenep, khusunya masyarakat pulau Giliyang tentunya bangga dengan keistimewaan tempat ini dan sudah semestinya harus kita jaga dan dirawat keasriannya, karena tidak semua tempat memiliki kadar oksigen yang sangat tinggi seperti di pulau tersebut.

Tingginya kadar oksigen membawa manfaat bagi manusia terutama dalam hal kesehatan. Selain untuk bernafas, oksigen dapat membantu kinerja sel-sel tubuh.

Untuk sampai ke tempat ini tidak butuh banyak pengeluarakan, karena biaya per orang dengan menggunakan kapal hanya 15 ribu rupiah dan jika membawa sepeda motor cukup 25 ribu rupiah saja. Selain itu, waktu yang ditempuh pun juga tidak lama yakni sejam melalui Pelabuhan Dungkek Sumenep.

Pulau ini sangat sejuk berbeda dengan pulau pada umumnya. Di pulau ini, kita tidak akan menjumpai listrik menyala pada pagi hari, karena minimnya bantuan pemerintah. Sebelumnya, pulau ini sempat ada listrik dengan alat bantu kincir angin tapi tidaklah bertahan lama dikarenakan baling-baling dari kincir angin itu sendiri yang tidak mampu menahan angin yang terlalu kencang.

Saat ini, pulau Giliyang hanya mendapat bantuan Tenaga Diesel dimana listrik hanya hidup di malam hari saja.
Jadwalnya aliran listrik di pulau ini yang dimulai dari pukul 17.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB dikarenakan penggunaan jalan alternatif yang disarankan yakni dengan mengaliri listrik dari pulau terdekat dengan pulau Giliyang dengan jaringan kabel bawah laut.

Bukan tanpa alasan hal tersebut dilakukan, mulanya Bupati Sumenep menunda pemasangan PLTD, namun setelah berkoordinasi dan mendengar penjelasan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa jika hal ini dilakukan maka akan sangat beresiko terhadap kualitas kadar oksigen di tempat ini karena efek dari asap pembuangan PLTD, maka dari itu ditempuh jalan alternatif tersebut agar masyarakat pulau Giliyang tetap merasakan aliran listrik meski di jam yang telah ditentukan.

Pulau ini tidak hanya menjadi wisata kesehatan, tetapi juga terdapat beberapa tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi seperti Goa Mahakarya yang di dalamnya terdapat batu dan patung yang menyerupai hewan, tempat tidur bahkan menyerupai seorang petapa yang terbuat dari stalagmit.

Selain masyarakat pulaiu Giliyang, diharap pemerintah juga harus memperhatikan tempat wisata ini dengan selalu memantau perkembangan dan memberikan bantuan fasilitas yang layak dan memadai di tempat wisata tersebut.

Penulis : Halimatus Sa’ida
Mahasiswa Psikologi UMM

 

About Focus Madura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *