Kamis , 4 Maret 2021
Home / Sumenep / Izin Mendirikan Bangunan Di Sumenep Kerap Diabaikan Dan Diremehkan

Izin Mendirikan Bangunan Di Sumenep Kerap Diabaikan Dan Diremehkan

focusmadura.com – gambar istimewa

Sumenep- Izin mendirikan bangunan (IMB) untuk di wilayah Kabupaten Sumenep masih sering diabaikan, bahkan dianggap remeh oleh sebagian warga terlebih oleh pengusaha di Sumenep. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menyatakan dengan tegas bahwa ada beberapa pengusaha di Sumenep yang lebih memilih untuk menyalahi aturan, baru setelah ditegur, maka mereka (pengusaha) baru taat terhadap aturan.

Nurhidayat, aktifis pembangunan daerah Sumenep, mengutarakan bahwa ada beberapa tempat baru yang mendirikan bangunan sebagai tempat usaha yang dari awal memang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), seperti salah satu lokasi bangunan baru di Desa Pabian yang tepat berada di depan rumah dinas Kapolres Sumenep, yang menurutnya bahwa bangunan tersebut sepertinya akan dibangun untuk usaha material bangunan, yang berdasarkan hasil penelusurannya bahwa, pihak pemilik tidak mengantongi izin sebelum mendirikannya, malah setelah ditegur dan didirikannya sejumlah aktifitas pembangunan, baru melakukan pengurusan izin.

” mendirikan dulu, ditegur dulu, baru mau proses IMB, yang sportif dong jadi pengusaha yang profesional “, cetus Nurhidayat.

Nurhidayat juga mengutarakan bahwa untuk bangunan di Desa Pabian yang tepat di depan rumah dinas Kapolres Sumenep tersebut, rencananya akan di bangun depo material bangunan, dimana menurut pantauannya di lokasi tersebut merupakan kawasan padat penduduk, sehingga pemerintah daerah harus teliti dan jeli, untuk mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB), sehingga lingkungan sehat warga tidak tercemar.

” saya berharap pemerintah daerah untuk profesional dalam bekerja, dan jangan masuk angin dalam urusan ini “, pungkas Nurhidayat.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd Madjid, membenarkannya, dan pihaknya mengaku telah memberikan teguran keras terhadap pemiliknya, yakni S-B (inisial), yang baru melakukan permohonan izin mendirikan bangunan setelah mendapatkan aduan dari masyarakat setempat dan teguran dari kami (Pemkab Sumenep), yang menurutnya sikap tersebut merupakan cerminan sikap yang kurang baik, sehingga pihaknya berharap agar pengusaha di Sumenep untuk tertib administrasi dan taat terhadap peraturan.

” ya jangan nunggu ditegur dan setelah mendirikan bangunan lah baru mengurus IMB, karena sebagai warga negara yang baik, wajib hukumnya untuk mengikuti prosedur peraturan yang berlaku “, kata Abd Madjid.

Abd Madjid juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak main-main dalam memproses setiap pengajuan permohonan IMB, karena jangan sampai masyarakat luas lah yang menjadi korban atas sebuah aktifitas usaha yang dapat merugikan lingkungan hidup.(Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Pria di Sumenep Ditemukan Tewas Dalam Sumur Tua Tak Berair

Sumenep- Seorang pria paruh baya di Desa Masran, Kecamatan Bluto, Sumenep-Jawa Timur ditemukan tewas di …

(VIDEO)Pendaftaran Fattah Jasin-Kiai Fikri Belum Usai, Ra-Mamak Dijemput Relawan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *