Sabtu , 17 November 2018
Home / Sumenep / INILAH UPAH BURUH PT GARAM YANG MEMILUKAN

INILAH UPAH BURUH PT GARAM YANG MEMILUKAN

Ilustrasi

Sumenep-, Buruh Harian Lepas yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara yakni PT. Garam dibayar tak capai UMK (Upah Minimum Kabupaten), selain itu buruh juga bekerja tanpa kontrak dengan Perusahaan.

Mereka, buruh yang bekerja di PT. Garam mengungkapkan, upah yang dibayarkan oleh Perusahaan diterima setiap minggu, senilai Rp. 385.000, jika dikalikan, selama satu bulan, para buruh menerima upah sekitar Rp. 1.540.000, sementara Upah Minimum di Kabupaten Sumenep tahun 2018, yakni Rp. 1.645.146.48.

Setiap minggu, upah pembayaran diambil oleh kordintor buruh ke kantor PT Garam, lalu dibagi ke kelompok yang masing-masing satu kelompok terdiri 9 hingga 10 orang.

Buru Harian Lepas yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara, mereka (Para Buruh) mulai bekerja saat garam mulai tumbuh, dengan durasi pekerjaan sekitar 4 jam, dengan jadwal masuk yang berdasarkan kesepakatan kelompok, ada yang masuk dini hari, Pagi Hari, dan Sore Hari.

Salah satu BLH (Buruh Harian Lepas) yang tak ingin disebutkan namanya ini menjelaskan, jika buruh masuk kerja dini hari, yakni dari pukul 3:00 Wib hingga pukul 6:00 Wib, jika pagi dari jika 07.00 WIB sampai pukul 12.00 siang, dan untuk sore hari yakni dari pukul 13:00 Wib, hingga pukul 16:30 Wib.

Pekerjaan dengan durasi 4 jam itu pun tak menentu, ia mengungkapkan jika garam di tambak banyak maka lebih dari 4 jam. “itu tergantung, kadang jika garam di tambak banyak, bisa lebih dari 4 jam”, Katanya.

Ia (Buruh) mengaku, bahwa setiap tahun memang ada kenaikan upah, namun tak seberapa, hanya sekitar 500 rupiah. Dan selama menjadi buruh di PT. Garam, tak pernah menandatangani kontrak kerja. Tidak adanya kontrak tersebut merupakan salah satu strategi Perusahaan untuk memberhentikan buruhnya, tanpa ada masalah.

“Status kami ilegal sebagai pekerja, makanya PT Garam berbuat se enaknya kepada buruhnya, karena tidak ada kontrak.” Imbuhnya.

Sementera Dirut PT. Garam, Budi Sasongko menuturkan, tenaga kerja PT Garam, terdiri tiga pekerja diantaranya yakni Organik, tenaga kontrak, tenaga Outsourcing. Dia juga memastikan upah yang dibayarkan oleh Perusahaan sudah sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten).

Bahkan menurutnya, mengenai upah telah dilaporkan ke Dinas Tenaga kerja (Disnaker) kabupaten.”Biasanya kalau ada masalah ada teguran dari Disnaker”, Katanya.(Ris/red)

 

About focus

Lihat Juga

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum lsm LP-KPK Diamankan Polisi Sumenep

Sumenep – Sejumlah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP-KPK Komcab Sumenep Jawa Timur, diamankan Kepolisian Kabupaten …

Polemik Honor FKMA Ke V Di Sumenep, LO Surati Bupati

Polemik honorarium Liasion Officer (LO) FKMA V masih berlanjut, Hari ini, Senin, 5 November 2018, …

Nahas, Satu Mahasiswa Di Sumenep Tewas Tenggelam Di Air Terjun Rubaru

Sumenep-, Seorang Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi swasta di Sumenep, Madura – Jawa Timur, tewas …

Dinkes Sumenep Hiasi Peringatan HKN Dengan Lomba Mural

Sumenep – Peringati hari kesehatan Nasional, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep Madura menggelar lomba mural,  yakni yang …

Laka Lantas Di Sumenep, Pasangan Suami Istri Ini Tewas Di TKP

Sumenep-, Laka Lantas terjadi di Jalan Arya Wiraraja, Desa Pabian, Kecamatan Kota KM – 3, …

Miris, Event FKMA Yang Dibuka Jokowi Menyisakan Kesedihan Para LO

Sumenep-, Dibalik Kemeriahan acara Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean ke V yang digelar di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *