Rabu , 4 Agustus 2021
Home / Hukum / Indikasi Penyelewengan Dana Bos, Kemenag Sumenep Pidanakan Lembaga

Indikasi Penyelewengan Dana Bos, Kemenag Sumenep Pidanakan Lembaga

sumber foto : jatim2.kemenag.go.id

Lembaga-Lembaga Di Naungan Kemenag Berpotensi Salah Gunakan Dana Bos

Sumenep- Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, mengancam akan menindak tegas lembaga yang ditemukan menyelewengkan bantuan biaya operasional sekolah (BOS). Bahkan, jika terbukti bisa dipidanakan.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep Moh Rifa’i Hasyim menjelaskan, bahwa tindakan tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya penyelewengan dalam realisasi bantuan BOS. Sebab, disadari atau tidak bantuan berupa uang rentan disalah gunakan.

” tentunya jika di selewengkan yang pasti akan berhadapan dengan Pidana,” katanya.

Adapun anggaran dana BOS untuk tahap kedua mencapai sekitar 19 miliar. Rinciannya, untuk madrasah ibtidaiyah sebesar Rp 8 miliar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 537 lembaga, tingkat madrasah tsanawiya sebesar Rp6 miliar lebih dengan jumlah lembaga sebanyak 308 lembaga, dan untuk tingkat madrasah alliyah sebesar Rp5 miliar lebih dengan jumlah lembaga mencapai 142.

Menanggapi hal tersebut, Hendri Kurniawan, pemerhati anti korupsi, mengatakan bahwa selama ini berdasarkan pengamatannya, pihaknya mensinyalir indikasi-indikasi penyelewengan berupa apa pun bantuan dana pada Lembaga-lembaga di lingkungan kementrian agama kabupaten Sumenep sangat berpotensi.

Selain itu menurutnya, indikasi penyelewengan tersebut sering ditemui nya, namun dari segi mark up data jumlah siswa di setiap-setiap lembaga, terlebih di wilayah kepulauan Sumenep, sehingga juga dapat mempengaruhi jumlah bantuan dana di setiap Lembaga-lembaga tersebut.

“ mungkin hal tersebut bukan hal yang baru, jadi Kemennag harus mewaspadai nya “, harapnya.

Hendri menambahkan, bahwa indikasi-indikasi penyelwengan tersebut dapat dihindari, jika pejabat di lingkungan kementrian agama kabupaten Sumenep lebih intens dalam segi pengawasan, sehingga dapat mempersempit ruang gerak lembaga-lembaga yang berniat tidak baik, “ Semoga amanah saja deh “, imbuhnya.

Dikatakan, setiap lembaga dipastikan jumlah bantuan BOS tidak sama. Karena bantuan BOS mengacu terhadap jumlah siswa. Semakin banyak jumlah siswanya juga semakian banyak bantuan BOS yang akan diterima.

Untuk madrasah ibtidaiyah setiap siswa mendapatkan anggara sebsar Rp800.000,/tahun, madrasah tsanawiyah,Rp1.000.000,/tahun, dan untuk Madrasah Aliyah mendapatkan bantuan sebesar Rp1.200.000,/tahun.(faris/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *