Senin , 27 September 2021
Home / Sumenep / Hari Jadi Sumenep ke-747 Tuai Kritikan Pedas Mahasurya

Hari Jadi Sumenep ke-747 Tuai Kritikan Pedas Mahasurya

img-20161028-wa0015

Pemkab Sumenep Dinilai Abaikan Potensi Destinasi Wisata Dan Nilai Budaya

Sumenep- puluhan pendemo dari Mahasiswa Sumekar Raya (MAHAKARYA) gelar aksi penyambutan hari jadi kabupaten sumenep, aksi tersebut hanya untuk menyorakkan wisata dan kebudayaan sumenep yang selama ini mati suri, tidak ada sangkut paut pemerintah untuk menghidupkan kembali nilai kebudayaan di sumenep, yang dimana pada saat ini icon wisata dan budaya sumenep tidak jelas sama sekali.

Pemerintah perlu bekerja ekstra untuk menghidupkan kembali bentuk wisata dan budaya yang ada di sumenep, tentunya sumenep merupakan kabupaten yang kaya dengan wisata dan budayanya, dari 747 tahun hari jadi sumenep, sumenep masih kurang mampu mengatasi permasalahan pengembangan obyek wisata dan budaya yang ada di kabupaten sumenep ini.

Koordinator aksi, Bisrigi, mengatakan, bahwa dari aksi teatrikal ini hanya ingin menyambut hari jadi kabupaten sumenep yang ke 747, jadi dari 747 tahun kabupaten sumenep, icon wisata dan budaya sumenep masih tidak jelas, meskipun sudah ada visit, namun hal ini masih belum terealisasi sama sekali, jadi untuk tahun depan masalah perkembangan wisata dan budaya di sumenep masih belum bisa banyak kunjungan, saya pesimis sekali tidak berhasil masalah banyaknya kunjungan ini, sebab icon wisata dan budaya kita masih tidak jelas dan masih kurang perhatian dari pemerintah.

“ inilah bentuk kecintaan kami terhadap wisata budaya dan khususnya penjagaan kami terhadap wisata dan budaya sumenep, untuk kedepannya wisata dan budaya semenep harus memiliki icon yang sangat jelas dan juga perlu perhatian terhadap pemerintah. “, Ungkapnya.

Bukti kongkrit yang jelas bahwa pemerintah terlalu apatis, tidak ada perhatian sekali tentang hal ini, perlu adanya penyatuan antara seniman dan budayawan, agar wisata dan budaya ini selalu berkembang,menyatu dan tidak terjadi kembali permusuhan yang membuahkan kematian terhadap wisata dan budaya di sumenep ini.(arif/Ros/red)

 

About focus

Lihat Juga

(VIDEO) Kepulauan Sumenep Darurat Narkoba

 

Poros Jalan Desa Buddi Arjasa Berlumpur Bertahun-tahun

Sumenep-, Desa Buddi merupakan salah satu desa yang masuk dalam kecamatan Arjasa, yang terisolir ketika …

KADES SAWAH SUMUR TERINDIKASI TERLIBAT MONEY POLITIK PILKADA SUMENEP 2020

Sumenep-, Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumenep akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada 9 Desember 2020 …

Lambannya Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Desa Kangayan

Sumenep-, Dugaan pemalsuan Ijazah yaitu dengan cara memanipulasi data pribadi kepala desa Kangayan, guna melengkapi …

KETIMPANGAN SOSIAL DITENGAH PANDEMI?

Sumenep-, Baru saja rombongan Pemkab Sumenep melakukan perjalanan Safari Kepulauan pada beberapa waktu yang lalu. …

DIRIKAN POSKO PEMENANGAN, PROJIE BLUTO MANTAPKAN DUKUNGAN KEPADA FAUZI-EVA

Sumenep-, Relawan PROJIE (probanguji-eva) secara sukarela mendirikan posko pemenangan diwilayah Kecamatan Bluto Sumenep,Madura. Gerakan pemuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *